Langsung ke konten utama

TANTANGAN 5.14

Tantangan 5.14
Diawinasis M. Sesanti©
Jkt, 21 Juni 2017

Sejak pagi sudah beraktivitas di taman dekat rumah nenek, tapi perpustakaan belum buka. Jadi lah family forum kami lebih banyak main di ruang terbuka, "membaca" alam sekitar. Main engklek bareng (ayah-bunda-Farza) yang ternyata cukup menguras energi bagi orang dewasa. MAIN Game itu ternyata bukan menyenangkan karena mudah, justru karena ada sisi sulit yang harus ditakhlukkan. Mengumpulkan biji bunga "pletekan" di kebon ujung jalan dan mencelupkan nya di air untuk mendapat "petasan" alami.

Lalu buku apa yang dibaca hari ini?
READ ALOUD pengantar tidur menggunakan ebook. Kali ini Farza yang memilih sendiri cerita yang ingin dibacakan:
🍀Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti: tentang dahsyat ya amalan sederhana yang mampu membuat Allah SWT mewujudkan semua doa sang tukang roti termasuk untuk dapat bertemu Imam Ahmad.
🍀Ikan Nabi Yunus: kisah tentang Nabi Yunus yang dimakan ikan paus namun atas kehendaki Allah diselamatkan dan kembali ke kaumnya.

Saking serunya membaca buku sebelum tidur ini, yang lebih dulu tertidur malah yang membacakan buku. Si kecil masih terus asik membuka-buka ebook dari www.muslimkecil.com sambil "membaca sendiri" dengan gayanya. Maka ayah pun tertawa saat mendapati Farza mendongeng untuk bunda. 😂

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL BELAJAR LEVEL 8 : CERDAS FINANSIAL

Dibutuhkan alasan yang kuat, mengapa kita perlu menerapkan cerdas finansial. Butuh pemahaman yang benar terlebih dahulu agar tak gagap dalam mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Sehingga kita sebagai orangtua lebih mudah membersamai ananda di rumah menjadi pribadi yang seimbang, cerdas tak hanya IQ, SQ, EQ, tetapi juga cerdas secara finansial. Bukankah anak-anak adalah peniru ulung orangtuanya? Bicara tentang finansial, erat kaitannya dengan konsep rezeki. Motivasi terbesar kita belajar tentang rezeki kembali pada fitrah keimanan kita. Allah sebagai Rabb telah menjamin rezeki (Roziqon) bagi setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi. Saat kita mulai ragu dengan jaminan Allah atas rejeki, maka keimanan kita pun perlu dipertanyakan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, rezeki bermakna : re·ze·ki  n  1 segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; 2  ki  penghidupan; pendapata...

Jejak Ki Hadjar Dewantara di Hardiknas 2024

 Siapa nama pahlawan nasional yang hari lahirnya dijadikan Hari Pendidikan Nasional? Pasti kalian sudah hafal di luar kepala. Beliau yang lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat hingga akhirnya berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara di usia 40 tahun. Anak ke-5 dari 9 bersaudara yang memiliki keteguhan dalam memperjuangkan idealisme sepanjang hidupnya.  Kisah beliau seolah tak asing, seperti menonton perjalanan seorang changemaker yang bermula dari tumbuh suburnya empati. Meskipun lahir dari keluarga ningrat, Soewardi menangkap diskriminasi tentang hak pendidikan yang hanya dinikmati oleh keluarga priyayi dan Belanda. Sementara rakyat pribumi yang merupakan teman-teman bermainnya di masa kecil tak bisa mengakses fasilitas sekolah yang dibuat Belanda di zaman itu. Soewardi muda belajar di Yogyakarta, hingga berlanjut di STOVIA meskipun tidak sampai lulus. Tentu saja ini berkaitan dengan perjuangannya sebagai "seksi media" di Budi Utomo, menyebarkan tulisan yang ber...

Jejak Bahagia RD 2023

 Bismillahirrahmanirrahim...  Sepertinya sudah terlalu lama saya tidak menulis di blog ini. Tiba-tiba 2023 sudah sampai di penghujung Desember, jadi kita akan langsung membuat selebrasi atas perjalanan setahun ini bersama Rinjing Destock.  Video Pecha Kucha & Ebook Story Of Success RD 2023 Video Portofolio RD 2023 di YouTube Rinjing Destock Garis besarnya sudah saya rangkum di Video Pecha Kucha: Portofolio RD 2023 yang bisa kalian simak di sini .  Selain video, kami juga membuat rangkuman perjalanan dalam bentuk e-book. Dari susunan tata letak /layout ebook ini saya belajar banyak menerapkan prinsip-prinsip desain. Bagaimana agar warnanya kontras, bagaimana agar informasi penting dapat diberi penekanan, bagaimana menerapkan keseimbangan, dst. Belum sempurna memang, tetapi sedikit banyak saya merasa ada progress dibandingkan dengan ebook sebelumnya yang pernah saya susun.  Saat menyusun ini, rasanya campuran antara bahagia, lega, bangga, lelah, heran juga RD ...