Langsung ke konten utama

Tantangan 8.14

TANTANGAN 8.14
Mlg, 27 September 2017
Diawinasis M. Sesanti & Farzana A.W. (3y2m)

Sore ini kami mengobrol selepas maghrib. Masih seputar rejeki bagi anak usia 3 tahun. Bercerita tentang tadi pagi, tiba-tiba mengekor ayah yang akan membeli galon air minum. "Farza ikut.. Tunggu ayah..". Kemudian saat pulang, matanya berbinar sambil membawa 2 coklat pasta. "Beli dua bun." Kata ayah, sedari berangkat ananda bilang "Mau beli galon, sama beli apa yaa??". Ananda memang belum bisa membeli sendiri, biasanya ananda akan bilang pada Ayah/Bunda apa yang diinginkannya.

Bunda pun memulai pembicaraan tentang membeli sesuatu, ananda mulai paham jika butuh uang untuk bisa bertransaksi. Nah, jawaban nano-nano pun muncul ketika ditanya asal uang. "Dari dompet bunda", "dari dikasih Kakung buat beli kaos Tayo", "Dari uang ayah". Baru setelah itu mulai masuk konsep rejeki, semua dari Allah. Allah memberi lewat beragam jalan, salah satunya dari gaji ayah bekerja.
#konsepRejeki

Sepertinya si Tayo sudah di jalan nih, semoga yang berminat kemarin sabar menunggu ya. Wah, satu lagi tawaran menjemput rejeki yang sayang dilewatkan. Menjadi agen buku #CPWU dimana saya menjadi bagian kontributor di dalamnya tentunya ditambah dengan 26 ibu lain. Hari ini last day.. Tak sabar menebar manfaat lewat lahirnya buku ini. 📚

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL BELAJAR LEVEL 8 : CERDAS FINANSIAL

Dibutuhkan alasan yang kuat, mengapa kita perlu menerapkan cerdas finansial. Butuh pemahaman yang benar terlebih dahulu agar tak gagap dalam mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Sehingga kita sebagai orangtua lebih mudah membersamai ananda di rumah menjadi pribadi yang seimbang, cerdas tak hanya IQ, SQ, EQ, tetapi juga cerdas secara finansial. Bukankah anak-anak adalah peniru ulung orangtuanya? Bicara tentang finansial, erat kaitannya dengan konsep rezeki. Motivasi terbesar kita belajar tentang rezeki kembali pada fitrah keimanan kita. Allah sebagai Rabb telah menjamin rezeki (Roziqon) bagi setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi. Saat kita mulai ragu dengan jaminan Allah atas rejeki, maka keimanan kita pun perlu dipertanyakan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, rezeki bermakna : re·ze·ki  n  1 segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; 2  ki  penghidupan; pendapata...

JURNAL BELAJAR LEVEL 9 : KREATIF DENGAN CORETAN

Sudah menjadi fitrah bagi setiap manusia, berbinar saat melihat segala sesuatu yang indah dan bernilai seni. Sebagai seorang yang suka dengan desain, satu hal yang seringkali mengganggu saya adalah keterbatasan menguasai program digital. Belajar dengan apa yang ada, Tidak usah mengada-ada, Apalagi menunggu semua ada. Salah satu kutipan saat belajar Fitrah Based Education ini menjadi favorit saya. Tak hanya saat mendampingi ananda, tetapi juga bagi diri saya sendiri. Belajar dengan apa yang ada, memaksa diri sendiri mengoptimalkan sisi "kreatif". Tak mau kalah dengan keterbatasan , saya pun tetap menuangkan ide meski tanpa media digital. Coret-coret di media kertas biasa. Dan ternyata si doodle hasil coretan ini bisa digunakan untuk belajar dan juga diaplikasikan di berbagai benda yang menambah nilai ekonomis tentunya. Doodle Literasi Sempat belajar dengan Teh Wilda di grup @emakdoodle, membuka mata saya bahwa doodle sangat membantu bagi si pembelajar vis...

Jurnal 2.4 Menu Utama Tanpa FOMO

Pekan ini cukup berat bagi saya karena ada banyak sekali menu yang tersaji di kelas ulat-ulat Bunda Cekatan. Parade go-live dari 30 lebih keluarga di FBG terlihat sangat menarik. Selain itu juga diijinkan switch ke keluarga lain yang merupakan peta belajar kita. Saya butuh berpegang pada peta agar tak terbawa arus. Maka didapatlah menu utama dengan penuh perjuangan diet tanpa FOMO. Memahami Misi Hidup dengan Talents Mapping Keluarga TM Go Live di Kelas Bunda Cekatan Go Live Keluarga TM mengangkat tema Memahami Misi Hidup dengan Talents Mapping. Hal menarik bagi saya, adalah resign by planning. Tak hanya bagi ibu yang beralih peran dari ranah publik ke domestik, tetapi menurut saya semua ibu perlu membuat ruang-ruang sesuai bakat dominan yang dimilikinya. Tetapi satu hal yang menjadi prinsip saya, kita bisa membuat design terbaik versi kita tetapi tetap Sang Pemberi Misi adalah penentu. Jadi menjalani tugas-tugas di depan mata (yang terlihat receh) juga bukanlah kesia-s...