Langsung ke konten utama

Day 3 : Makhluk Surga di Rumah


Mlg, 14 Februari 2018 
Diawinasis M Sesanti

Bismillahirrahmanirrahiim.

Kelas Pendampingan Penulisan Portofolio Anak 

Memasuki hari ketiga, saatnya bersyukur dengan anak yang Allah amanahkan di keluarga kami. Ananda sangat istimewa dan banyak memberikan "pelajaran" berharga bagi saya dan pasangan. Saya sangat setuju bahwa anak-anak adalah guru kecil yang Allah hadirkan dalam keluarga. Setiap tahap usia ananda menuntut kami sebagai orangtua untuk turut belajar dan bertumbuh. 


Kelebihan Ananda

Tak akan cukup kata untuk menggambarkan betapa kami bersyukur dengan hadirnya makhluk surga di rumah kami.

Wistara #1


✔ Alhamdulillah ananda memiliki fisik yang sehat. Perawakannya kecil, hal ini yang membuatnya aktif bergerak dan beraktivitas fisik. Jam harian yang teratur, suka makan buah, sayur, dan makanan rumahan. #fitrahfisikdanindera

✔ Alhamdulillah ananda sering mengingatkan bunda saat adzan tiba, "Bunda, sholat nggak?". Suka sekali dengan kisah-kisah yang dibacakan ayah&bunda. Menjadikan ayah bunda banyak belajar lagi tentang Rabb yang telah memberikan banyak nikmat pada Griya Wistara. #fitrahkeimanan

✔ Alhamdulillah ananda suka bertanya banyak hal saat rasa ingin tahunya muncul. Tak terbatas di buku, video, atau bahan belajar namun semua hal di sekitarnya. Kadang ide yang out the box muncul dari barang-barang atau mainan di sekelilingnya yang bahkan tak terpikirkan oleh orangtuanya. Ananda juga suka sekali membaca buku. #fitrahbelajar

✔ Alhamdulillah ananda mulai menunjukkan kemandirian sesuai usianya. Ingin melakukan banyak hal sendiri. Ingin melakukan apa yang dilakukan orang dewasa/meniru. Memilih sendiri baju, aktivitas, mainan, buku, dsb. Namun belakangan semakin mampu berinteraksi dengan anak lain saat bermain. Satu lagi, kehadiran calon adik membuatnya semakin "ngemong" dengan anak yang lebih kecil. #fitrahindividualdansosial

✔ Alhamdulillah seiring membersamai ananda, sering menemui sifat unik-nya ananda yang suka bicara, suka belajar, namun juga sering "main aman" saat bertemu hal baru. Artinya kami harus siap saat banyak muncul celetukan "lawak" si kakak, pertanyaan ini itu, cerita pengalamannya, dsb. #fitrahbakat #communication #learner #deliberative

✔ Alhamdulillah ananda suka dengan corat-coret, bahkan seluruh tembok di rumah hampir penuh. Aktivitas menggambar, mewarnai, main cat, serta hangout di alam menjadi aktivitas yang sangat disukainya. #fitrahestetika

✔ Alhamdulillah ananda tumbuh sesuai dengan tugas perkembangan di usianya saat ini. Meskipun ada satu dua yang belum dikuasai atau justru sudah melampauinya. #fitrahperkembangan

✔ Alhamdulillah ananda sudah bisa mengatakan "Aku Perempuan" di usianya saat ini (3y7m). Ananda juga sering beraktivitas bersama ayah bunda, sehingga tampak kelekatan yang baik pada orangtua. #fitrahseksualitas

Dan rasa syukur kami bertambah-tambah dengan izin Allah, hadir calon adik Wistara #2. Alhamdulillah diberikan kehamilan yang sehat tanpa banyak keluhan (ada keluhan tapi dalam batas wajar). Diberikan kesempatan untuk belajar mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual untuk memasuki dunia kedua.

Alhamdulillah, Allah hadirkan anak-anak penyejuk mata dan hati kami. Semoga Allah menjaga mereka, menguatkan kami mengantar mereka menjadi generasi akil baligh yang bermanfaat sesuai pembawaannya. Dan semoga kami dikumpulkan kelak di Jannah-Nya. 

#GriyaWistara
#14Februari2018
#Malang
#3y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oncek Tela; Tradisi Mengupas Singkong Bersama

 Sekitar tahun 2000-an, ada kegiatan membuka lahan baru di bukit seberang. Deru mesin pemotong kayu bersahutan. Pohon-pohon besar dicabut hingga ke akarnya. Entah kemana perginya hewan-hewan penghuni hutan. Berpindah tempat tinggal atau justru tersaji ke meja makan.  Aroma dedaunan serta kayu basah menyebar. Tak hanya lewat buku pelajaran IPA, aku bisa melihat langsung lingkaran tahun belasan hingga puluhan lapis. Pohon-pohon itu akhirnya menyerah dengan tangan manusia. Tunggu dulu... Mengapa orang-orang justru bersuka cita? Bukankah menggunduli hutan bisa berisiko untuk tanah di perbukitan seperti ini? Waktu berselang, pertama kalinya aku menapak ke bukit seberang. Setelah menyeberang dua tiga sungai, dilanjutkan jalan menanjak hingga ke atas. Terhampar tanah cokelat yang siap menumbuhkan tanaman baru. Aku melihat terasering di bukit seberang, rumahku tersembunyi di balik rimbun pohon kelapa. Di kiri kanan terhimpun potongan pohon singkong yang siap ditancapkan. Jenis singkon...

Jejak Bahagia RD 2023

 Bismillahirrahmanirrahim...  Sepertinya sudah terlalu lama saya tidak menulis di blog ini. Tiba-tiba 2023 sudah sampai di penghujung Desember, jadi kita akan langsung membuat selebrasi atas perjalanan setahun ini bersama Rinjing Destock.  Video Pecha Kucha & Ebook Story Of Success RD 2023 Video Portofolio RD 2023 di YouTube Rinjing Destock Garis besarnya sudah saya rangkum di Video Pecha Kucha: Portofolio RD 2023 yang bisa kalian simak di sini .  Selain video, kami juga membuat rangkuman perjalanan dalam bentuk e-book. Dari susunan tata letak /layout ebook ini saya belajar banyak menerapkan prinsip-prinsip desain. Bagaimana agar warnanya kontras, bagaimana agar informasi penting dapat diberi penekanan, bagaimana menerapkan keseimbangan, dst. Belum sempurna memang, tetapi sedikit banyak saya merasa ada progress dibandingkan dengan ebook sebelumnya yang pernah saya susun.  Saat menyusun ini, rasanya campuran antara bahagia, lega, bangga, lelah, heran juga RD ...

Jejak Ki Hadjar Dewantara di Hardiknas 2024

 Siapa nama pahlawan nasional yang hari lahirnya dijadikan Hari Pendidikan Nasional? Pasti kalian sudah hafal di luar kepala. Beliau yang lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat hingga akhirnya berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara di usia 40 tahun. Anak ke-5 dari 9 bersaudara yang memiliki keteguhan dalam memperjuangkan idealisme sepanjang hidupnya.  Kisah beliau seolah tak asing, seperti menonton perjalanan seorang changemaker yang bermula dari tumbuh suburnya empati. Meskipun lahir dari keluarga ningrat, Soewardi menangkap diskriminasi tentang hak pendidikan yang hanya dinikmati oleh keluarga priyayi dan Belanda. Sementara rakyat pribumi yang merupakan teman-teman bermainnya di masa kecil tak bisa mengakses fasilitas sekolah yang dibuat Belanda di zaman itu. Soewardi muda belajar di Yogyakarta, hingga berlanjut di STOVIA meskipun tidak sampai lulus. Tentu saja ini berkaitan dengan perjuangannya sebagai "seksi media" di Budi Utomo, menyebarkan tulisan yang ber...