Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Nature Walk

Nature Walk Salah satu aktivitas yang membahagiakan bagi saya adalah jalan-jalan. Mungkin bagi orang lain, liburan kudu berburu tiket pesawat, nyari penginapan, atau belanja barang branded. Ya, saya juga nggak nolak sebenarnya. Tapi daripada nyesek kudu ngutang sana-sini, saya  jalan-jalannya versi ramah kantong dan ramah tenaga saja. Keliling alam sekitar, istilah kerennya nature walk. Padahal ini sih sudah akrab banget dilakoni mulai zaman bocah dulu. Sebutlah mbolang, trutusan, atau kalian punya istilah lain? Oleh-oleh nature walk: bunga telang (Clitoria ternatea). Bunganya dikeringkan, bisa dibuat teh atau pewarna makanan. Browsing aja untuk khasiatnya. Tanaman ibuk ceritanya, udah terjual sekian toples bunga telang kering. Mau beli? @30haribercerita #30HBC2001 #30HBC20 #30HariBercerita #Naturewalk Bunga Telang ( Clitoria ternatea )

Jurnal Buncek 1.2: Apa Kebutuhan Belajarmu? (Telur Merah)

Jurnal 2 - Telur Merah  Saatnya melanjutkan belajar di kelas bunda cekatan Institut Ibu Profesional. Materi pekan ini dimulai dengan mengulang kembali telur hijau yang telah ditemukan sebelumnya. Sebelum memasuki permainan telur merah, ada dongeng menarik yang disampaikan oleh Mas Pandu Kartika tentang metakognisi.  Apa itu Metakognisi? Metakognisi secara mudahnya dapat diartikan sebagai ilmu tentang "belajar cara belajar". Sebuah cara untuk belajar, agar kita lebih aware dengan proses belajar . Cakupannya sangat luas, namun metakognisi berkaitan erat dengan pembelajaran mandiri yang saat ini sedang saya lakukan di kelas bunda cekatan.  Mengapa perlu belajar Metakognisi? Metakognisi dapat meningkatkan kecepatan (akselerasi) proses belajar . Apapun bidang yang dipilih, dengan metakognisi prosesnya dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Mas Pandu pernah meneliti tentang salah satu sub/bagian dari metakognisi berkaitan dengan bidang IT yang digelutinya.

Jurnal Buncek 1.1: Jangan Lupa Bahagia (Telur Hijau)

Jurnal Belajar 1.1 (Telur Hijau) Seorang perempuan memiliki banyak aktivitas yang perlu dilakukan dalam rangka menjalankan peran sebagai individu, sebagai istri, maupun sebagai seorang ibu. Rasanya tidak ada habisnya saat membuat daftar panjang aktivitas yang setiap hari kita jalani. Suka atau tidak, mau tidak mau semua menuntut untuk diselesaikan. Lelah? Bosan? Merasa hampa karena setiap hari melakukan aktivitas itu-itu saja? Atau muncul "burnout" karena terlalu banyak tugas dengan rentang waktu yang terbatas? Saatnya kembali "SADAR" penuh dalam menjalani aktivitas. Karena kita bukan wonderwomen yang mudah melibas semua tugas. Perlu dibuat skala prioritas agar tetap waras. Apa saja aktivitas yang membuat mata berbinar bahagia saat melakukannya? Aktivitas+Membahagiakan? Bukankah ibu bahagia akan menularkan bahagia pada seluruh anggota keluarga bahkan komunitas di sekitarnya? Setelah membuat daftar panjang aktivitas, saatnya memilahnya ke da