Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Jurnal 2.7: Refleksi Belajar

REFLEKSI DI TEPI DANAU Alhamdulillah sampai pada pekan ke-7 tahap ulat-ulat. Saatnya menggelar tikar di pinggir danau, sambil menikmati coklat panas. BONGKAR ISI KERANJANGMU, KLASIFIKASIKAN MAKANANMU! Kali ini kami diminta untuk membuka kembali keranjang setelah berkeliling di hutan pengetahuan. Masya Allah, ternyata banyak sekali yang sudah didapatkan mulai pekan pertama hingga ketujuh ini. Hasil belanja pengalaman saya kumpulkan di sini . REFLEKSI BELAJAR Ternyata saya lebih fokus belajar di satu topik utama, Talents Mapping dibandingkan dengan topik lain yang ada di peta. REFLEKSIKAN KE PETAMU Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Alhamdulillah sebagian besar rencana belajar di peta sudah saya dapatkan. Bahkan lebih kaya untuk topik fitrah bakat (talents mapping). Mana yang lebih banyak kudapatkan selama berkelana di hutan pengetahuan, makanan utama atau cemilan? Mengapa? Alhamdulillah makanan utama

Jurnal 2.6: Potluck Level 3

Level 1 : membuat apa yang kita bisa dan suka, jika tidak ada orang lain yang mau bisa dihabiskan sendiri. Level 2 : berkumpul bersama dengan teman yang memiliki selera yang sama. Level 3 : membawakan potluck kesukaan teman, meskipun kita tidak suka. Tugas pekan ini membuat saya berbinar, siapa yang tidak suka dengan hadiah? Tak hanya diberi hadiah, proses menyiapkan hadiah pun sangat membahagiakan bagi saya. Kali ini saatnya menyiapkan hadiah terbaik! Bagi teman-teman lain boleh klik link tertera di tiap Gift untuk ikut mencicipi potluck racikan saya berikut:  Gift #1 : Doodle literasi tentang Art Therapy dan ebook coloring doodle yang pernah saya buat. Saya mulai dengan menyiapkan potluck untuk teman-teman yang favoritnya seputar manajemen emosi (Inside Out). Kemarin sempat dibahas di go live tentang mengisi tangki bahagia dengan seni. Saya pun berusaha mencari sumber belajar seputar art therapy. Saya pun membuka kembali obrolan dengan teman-teman yang saya te

Apa Uniknya Anakku?

Setiap anak hadir ke dunia dengan keunikan dirinya. Very special, limited edition. Namun tak jarang kita tergoda untuk membandingkan anak kita dengan anak tetangga, atau bahkan kakak-adiknya sendiri. Padahal kita sendiri tentu tidak suka ketika kita harus seperti si A-B-C yang ukuran sepatunya belum tentu sama. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk tetap on track , menemukan unik diri anak kita? Ada satu buku yang menarik, berisi cara untuk memahami unik diri setiap anak memakai teknik EOWLW. Wah... Apa itu? Coretan Penaku Sebuah Warisan Untukmu Menurut buku ini, terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memahami keunikan anak: Engage (Mesa Dewi) Membersamai anak, hadir tidak hanya secara fisik maupun psikis. Kuantitas dan kualitas, dalam engage keduanya sama-sama penting. Mulailah dengan durasi singkat kemudian dapat ditingkatkan. Tidak hanya orang tua yang nembersamai, bisa juga anak yang membersamai orangtuanya. Engage akan efektif jika kita paham ma

Pahami Diri, Bertumbuh Bersama Kemudian

Saya mulai mengenal istilah bakat dan Talents Mapping di tahap matrikulasi Institut Ibu Profesional. Saat itu saya mengerjakan asessmen bakat di www.temubakat.com yang hasilnya berupa ST30. Ternyata itu baru 'kulit' luarnya saja. Semoga ke depan saya bisa ikut TMA agar bisa memahami diri dengan lebih baik. (Aamiin) Meskipun demikian, bukan berarti saya 'menyerah' dengan bakat diri. Saya mencoba mencari referensi tentang bakat sesuai dengan kemampuan. Diantaranya lewat  buku Talents Mapping ,  90 Days Mission Mompossible, Keluarga Sadar Bakat, dst. Bagi teman-teman yang ingin memberi ruang pada bakat diri, tidak ada salahnya membaca buku Memahami Bakat Diri Dahulu Memandu Bakat Anak Kemudian . Dari buku ini, kita bisa praktek langsung lewat workbook yang disediakan. 1. Bersyukur Sebelum bicara tentang bakat, misi hidup dan hal besar lainnya, mari kita memulai dengan melihat lebih dekat segala hal baik yang datang dalam hidup kita. Kita bisa belajar membuat gr

Art Therapy: Terapi untuk Diri Sendiri

Apa itu Art Therapy? Paling mudah mencari definisi art therapy lewat googling. Kemarin saya sempat baca di sini . Tolong referensi bahasa Indonesia aja dong... Karena saya tahu netizen akan ngomong begini jadi silahkan menikmati doodle berikut. Art Therapy Intinya art therapy adalah penggunaan art atau kreasi-kreasi seni untuk kebutuhan terapi. Bagi yang pernah belajar Psikologi pasti tidak asing dengan psikotes grafis atau gambar. Di balik gambar hasil karya seseorang terdapat jejak-jelas psikologis yang dapat diinterpretasikan. Misalnya pada tes HTP (house-tree-person) yang lebih familiar kita kenal. Bukan dinilai keindahan gambar seperti sebuah lomba, tetapi aspek lain untuk mengungkap psikologis klien. Misal tebal garis, kelengkapan, ukuran dan posisi gambar, deskripsi gambar, dsb. Sedangkan pada art therapy, art berfungsi sebagai alat untuk memahami perasaan/emosi serta perilaku. Bagaimana caranya? Bagi kasus-kasus yang butuh bantuan profesional, tentu seorang art-ther

Tutorial Membuat Diagram Memakai HP

Gimana sih cara membuat diagram??? Ada beberapa tips dari saya yang mungkin bisa dicoba: 1. Pake kertas+penggaris+pulpen, langsung coret-coret. Ga pake kuota pun jadi. 2. Tadi ada yang kasih saran pake https://beam.venngage.com/ 3. Data udah ada di spreadsheet? Tinggal pake tutorial berikut. Dijamin lebih cepet daripada masukin datanya. Haha..  Ternyata membuat diagram bisa dengan mudah cukup memakai smartphone di tangan. Cukup dengan langkah berikut: Langkah I 1. Buka app spreadsheet di HP-mu 2. Buka file tabel yang akan diubah menjadi diagram 3. Pilih area yang akan dibuat menjadi diagram. Kemudian klik tanda (+) di menu atas.  4. Pilih menu 'Bagan' 5. Diagram-mu sudah jadi, tetapi kita juga bisa mengganti jenis bagan, warna, dan keterangan lain sesuai kebutuhan. 6. Tekan di area diagram, akan muncul menu 'Edit diagram'. Berikutnya tinggal sesuaikan: jenis, legenda, judul, dan warna sesuai dengan kebutuhan. 

Jurnal 2.5 Camping Ground Hutan Pinus

Kelas Bunda Cekatan sudah memasuki pekan ke 5 di tahap Ulat-ulat. Masih melanjutkan go-live dari tiap keluarga, ternyata banyak mastah di kelas ini sesuai dengan bidangnya. Terus tantangan mainnya ngapain??? Nah, ini dia yang seru! Kita diminta mencari teman yang benar-benar baru, belum dikenal dari keluarga lain dan beda regional. Minimal 5 orang, maksimal tidak terbatas alias boleh banget ngobrol dengan 1.7K mahasiswi buncek #1 IIP. Nah, kita bisa tanya asal keluarga, bergabung dengan keluarga mana saja, mana yang menjadi favorit dan alasannya. *** Halo, Kak Peni! Saya Diawinasis Mawi Sesanti dari IP Malang Raya. Bahagia belajar di keluarga Talents Mapping yang menjadi favoritku. Karena di sini saya bisa berkumpul dengan teman yang memiliki minat yang sama, banyak ahli TM dan juga praktisi HS yang senang hati berbagi ilmu dan pengalaman yang saya butuhkan. Oiya, saya sudah bertemu banyak teman baru dengan beragam cerita seru mereka, bisa dilihat lengkapnya di sini . T

Jurnal 2.4 Menu Utama Tanpa FOMO

Pekan ini cukup berat bagi saya karena ada banyak sekali menu yang tersaji di kelas ulat-ulat Bunda Cekatan. Parade go-live dari 30 lebih keluarga di FBG terlihat sangat menarik. Selain itu juga diijinkan switch ke keluarga lain yang merupakan peta belajar kita. Saya butuh berpegang pada peta agar tak terbawa arus. Maka didapatlah menu utama dengan penuh perjuangan diet tanpa FOMO. Memahami Misi Hidup dengan Talents Mapping Keluarga TM Go Live di Kelas Bunda Cekatan Go Live Keluarga TM mengangkat tema Memahami Misi Hidup dengan Talents Mapping. Hal menarik bagi saya, adalah resign by planning. Tak hanya bagi ibu yang beralih peran dari ranah publik ke domestik, tetapi menurut saya semua ibu perlu membuat ruang-ruang sesuai bakat dominan yang dimilikinya. Tetapi satu hal yang menjadi prinsip saya, kita bisa membuat design terbaik versi kita tetapi tetap Sang Pemberi Misi adalah penentu. Jadi menjalani tugas-tugas di depan mata (yang terlihat receh) juga bukanlah kesia-s

Jurnal 2.3 - Kumpul Keluarga

Selalu ada yang baru di kelas Bunda Cekatan! Buktinya pekan ini, kami punya cara belajar yang lain dari yang lain. Setelah menyimak materi beuraattt yang bergizi tinggi dengan Mak Ika (Bunda Ika Pratidina) soal portofolio. Ulat-ulat yang lapar disibukkan dengan " Family Gathering " di kebun apel. Terus keluargaku siapa, ya? Tiba-tiba ulat-ulat menyanyikan lagu si lebah madu, "Hatchi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya…mama…mama...di mana kau berada?" #OstHoneyBeeHutchi (yang baca juga sambil nyanyi?) Ini pekan yang super ramai, bukan bahas makanan tetapi bahas keluarga yang akan disinggahi. Keluarga ini dibuat berdasarkan menu utama yang dipilih di peta belajar. Lalu bagaimana cara menemukan menu yang sama di tengah jumlah mahasiswi buncek yang jumlahnya ribuan??? Di sinilah seni mencari teman… " Sekarang ganti baju, agar menarik hati...ayo kita mencari teman…" #OstChibiMarukoChan Dimulai dari banjir komentar di thread diskusi, &