Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Cerita Horor

Sesuatu yang tidak biasa memang mudah memicu rasa ingin tahu orang kebanyakan. Sebut saja cerita tentang KKN yang menyita perhatian para netizen beberapa waktu terakhir. Padahal hampir semua mahasiswa yang pernah KKN pasti punya cerita "horor" nya masing-masing. Misalnya kisah pagi hari bertemu gundukan berasap, atau cinta lokasi saat KKN namun kandas tanpa restu otangtua. Maaf yang dua ini kisah nyata yang tak perlu dibahas siapa pelakunya. Sebagai warga negara +62 yang mudah menerima sugesti, saya pun ikut terbawa euforia banting stir ke genre horor. Padahal saat baca wattpad, KaBeeM atau webtoon paling banter ke cerita romantis atau drama mertua-menantu. Maklum, kata hasil TM memang harmony ada di rangking atas. Suka gegana jika hidup terlalu banyak konflik. Mumpung belum gelap, saya pun berhasil khatam membaca cerita viral tersebut dari POV (point of view) dua tokohnya. Agak ngeri juga sih, membayangkan tahun 2009 belum ada kamar mandi. Ya sebelas-dua belas dengan m

Impian

Pada suatu pagi, seperti biasa ada sesi ngobrol bersama. Setelah menyelesaikan misi SKS (sistem kebut sepagian) mengerjakan eNHaWe, akhirnya bisa selonjoran kaki sejenak. Kali ini menjawab pertanyaan seputar tentang impian. Satu hal yang saya tahu, hal ini hanya akan terwujud jika dilakukan. Jujur saja, saya bukan tipe pemimpi hal yang besar. Lebih suka " nriman " dengan apa yang ada daripada terobsesi dengan sesuatu di luar jangkauan. Pantas saja saat mencoba ARP (tes untuk mengukur tingkat Adversity Quotient ) saya cenderung ke tipe Camper. Hmm... Sedikit lagi Climber lah! Selama ini, harus ada faktor X yang membuat saya berani untuk memperjuangkan sesuatu. Memilih jurusan kuliah misalnya. Bukan karena target ingin pekerjaan dengan gaji sekian, tetapi lebih pada ilmu yang ingin diterapkan minimal pada diri saya sendiri. Curiga memiliki gejala kejiwaan yang menyimpang? Haha.. Bisa jadi. Minimal nanti saya punya teman-teman yang bisa dimintai pertolongan di saat daru

Panduan Memilih Sekolah Untuk Anak Zaman Now

Judul: Memilih Sekolah Untuk Anak Zaman Now Penulis: Bukik Setiawan, Andrie Firdaus, Imelda Hutapea Penerbit: Buah Hati, Tangerang Selatan Tahun Terbit: 2018 (Cetakan I) 153+XII halaman ISBN: 978-602-7652-96-5 Ketika anak memasuki usia sekolah, biasanya orang tua mulai galau dalam memilih tempat belajar. Sempat terlintas di kepala bahwa sekolah yang bagus adalah sekolah favorit yang harganya mahal dan orang-orang saling berebut masuk ke sana. Apakah benar demikian? Buku ini memberikan sebuah sudut pandang yang berbeda dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak. Layak dijadikan rujukan mengingat para penulis memiliki latar belakan di bidang Psikologi dan Pendidikan. Tak hanya bersifat teoritis namun juga ranah praktis. Pesan untuk mendidik anak sesuai zamannya, berarti penting bagi kita para orangtua memahami kondisi anak zaman now terlebih dahulu.  Dibandingkan generasi orangtuanya, mereka cenderung lebih mampu mengelola diri, peka dengan perubahan, fokusnya

Sepotong Sabar

"Mbak, untuk hari Sabtu siang mobilnya berangkat jam berapa, ya?" "Ada jam setengah dua." "Saya pesan dua kursi." "Baik. Nanti akan dihubungi sopirnya." Kubuka lagi percakapan dengan customer service jasa mobil jemputan yang kupesan kemarin. Masih ada waktu dua jam sebelum waktu yang dijanjikan. Duo Wistara masih sempat tidur siang. Aku pun ingin memejamkan mata sejenak, tetapi urung setelah melihat tumpukan piring kotor di tempat cucian. Baiklah, mari kita bunuh waktu dengan beberes rumah sebelum ditinggal mudik. Satu jam sebelum waktu berangkat. Memastikan dua gadis kecil sudah siap. Baju panjang, jaket, bantal, dan dua tas berisi keperluan tiga hari untuk mudik. Tinggal menunggu telepon dari pengemudi mobil jemputan. 13.30 tepat. Belum ada panggilan masuk. Mungkin mobilnya baru jalan. 14.00 Mungkin masih menjemput penumpang lain. 14.30 Mulai gelisah. Ditambah bumbu pertanyaan dari si kakak, "Kok kita belum berangkat

Sup Ceker

Resep sederhana sejuta umat, bahkan pemula pun bisa membuat masakan ini sambil menutup mata. Tapi jangan pernah remehkan, karena anak-anak di Griya Wistara doyan. Selamat mencoba. Sup Ceker Bahan: Ceker ayam: 5 buah (bersihkan, rebus sebentar) Wortel: 1 buah Kentang: 1 buah Babycorn: 3 buah Kembang kol Brokoli Ercis Bumbu: Bawang putih: 2 butir (geprek) Tomat: 1 buah Daun bawang Daun seledri Gula Garam Lada Kaldu jamur Cara membuat: Rebus air hingga mendidih, masukkan bawang putih geprek dan potongan sayur yang lebih keras (kentang, wortel). Setelah mulai empuk masukkan ceker yang telah direbus bersama potongan sayur lain (babycorn, kembang kol, ercis, brokoli). Setelah semua empuk, tambahkan potongan tomat, daun bawang, dan seledri. Terakhir tambah gula-garam-lada-kaldu jamur. Koreksi rasa. Sajikan ceker selagi hangat karena rasa akan berubah saat dingin.

Tempeh Menjes

Sebagai rakyat jelata yang sedang tidak memikirkan tentang diet, cemilan satu ini entah mengapa begitu menggoda. Ditemani petis atau sebuah cabe hijau kecil dengan rasa pedas menggigit. Pantas saja taubat yang masih saja mengulang kesalahan yang sama disebut taubat cabe. Sudah tahu pedas, tapi tetap tak ada kapoknya. Yasudah.. Mari kita bikin sendiri saja si tempe yang terbuat dari ampas tahu ini. Tempe Menjes Goreng Bahan: Tempe menjes Tepung terigu Bumbu: Bawang putih Ketumbar Kunyit Garam Gula Lada Daun bawang (rajang) Cara membuat: Potong tipis tempe Ulek semua bumbu kecuali daun bawang Campur air kemudian tambahkan tepung terigu Tambahkan daun bawang Balur tempe dengan adonan kemudian goreng hingga warnanya keemasan Sajikan hangat