Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

CAMILAN RABU MATERI 2.2

🍶🍫🍮Cemilan Rabu #2🍮🍫🍶 Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak *Kemandirian Anak dan _Adversity Quotient_* Berbagai rutinitas harian anak, seringkali menantang dan menghadapkan kita pada pilihan apakah akan 'membantunya' atau 'melatihnya melakukan sendiri'. Sebut saja, misalnya: makan, memakai sepatu, mandi, membereskan mainan, dan lain-lain. Dengan alasan 'sudah terlambat', seringkali kita pada akhirnya 'membantu' menyuapi si tiga tahun. Tak jarang juga, kita bantu pasangkan sepatu si dua tahun, hanya karena tak sabar melihatnya berproses memakai sepatunya. Lalu bagaimana dengan si 10 tahun yang akan berangkat sekolah? Dengan alasan yg kurang lebih sama, kita sibuk menyiapkan seragam dan berbagai kebutuhan sekolahnya. Padahal, yang kita cita-citakan bersama tentulah mempersiapkan calon ibu yang tangguh, serta calon ayah yang penuh tanggung jawab bukan? Dan kemandirian sejak dini adalah kunci awalnya. Maka, bila anak-anak kita yang masih berusia 0

TIPS MENAKHLUKKAN TANTANGAN 10 HARI KELAS BUNSAY

Setiap bunda di kelas ini pasti sudah melewati kelas Matrikulasi. Maka yang paling tahu mana yang paling pas adalah diri kita sendiri. Saya hanya berbagi cerita pengalaman menikmati tantangan 10 hari. #Pilih waktumu Ada yang menunggu tengah malam menunggu ananda tidur, ada yang menulis selepas  subuh, ada juga yang ketika selesai kegiatan segera ditulis. Nah, saya tipe terakhir yang suka lupa kalau tidak segera dicatat. Jadi saya biasanya memanfaatkan catatan di HP atau coretan di kertas. Tak perlu panjang, cukup poin intinya saja. Versi lengkapnya baru saya buat di malam/pagi harinya sebelum setoran. #Tulis saja Saya bukan penulis, justru saya belajar menulis di kelas Matrikulasi-BunSay ini. Agar tidak jadi beban, saya menulis dengan gaya sendiri. Kadang suka curi-curi intip tugas teman sekelas... "Wah keren gaya tulisannya.. wah prakteknya beliau oke.. dan wah.. wah.. lainnya." Tapi kemudian fokus dan PD (recall materi matrikulasi), itu keren versi mereka dan ini keren

TANTANGAN 2.7: BUAT LEBIH MUDAH UNTUKNYA

Diawinasis M.S. Malang, 01 Maret 2017 Kali ini bunda bersama ananda membereskan semua mainan yang berserakan. Apakah berhasil? Iya berhasil membuat ananda "memainkan semuanya", seperti diingatkan.. oiya, ada stick es krim, ada playdough, ada balok menara. Setelah kegiatan ini sempat macet, karena kotak penyimpanan dipakai sebagai tangga ananda melihat hujan di jendela. Namun dengan bekerjasama, akhirnya mainan-mainan ananda dapat tertata rapi. Hal yang menunjukkan kemandirian ananda, selepas makan siang: "Bun, sudah maemnya.. mau bobok", lalu ananda lari ke kamar. Lima menit berselang, bunda lihat ananda sudah tertidur lelap. Malang, 28 Februari 2017 Farzana A.W/2y7m/Pr Fasilitator: Bunda Dokumentasi: Bunda Alat&Bahan : Buku-buku cerita Rak buku Narasi : Seperti biasa, sebelum membaca disampaikan aturan: "ambil yg dibaca, yg sudah selesai dibaca ditaruh di rak". Ananda pun mengambil beberapa buku sekaligus, lalu "dibaca" dengan s

FIND YOUR PASSION

Investasi terbaik para orangtua, ya anak-anak sholih... hasilnya dinikmati setelah kita "lulus" dari universitas kehidupan. Sayangnya, anak sholih ga bisa instan dicetak kaya bikin jelly yang unyu-unyu itu. Butuh mujahadah yang panjang.. komitmen dan konsisten.. ga ada jalan pintas atau "tips membuat anak sholeh". Nah.. nah.. anak sholih pasti punya peran peradaban di saat mereka dewasa. Akan ada beragam pekerjaan dan profesi baru yang saat ini mungkin belum dikenal. Bukan berhenti pada jawaban "berguna bagi nusa bangsa dan agama", tapi pada karya nyata sesuai peran yang mereka ambil. Yuk kenalan dg 24 Profesi berbeda di satu tempat: Biar ketemu dokter ga cuma pas sakit.. Biar ketemu para "pembuat game" ga cuma main game tiap hari.. Biar ketemu astronom langsung, ga cuma nonton TV.. Biar ketemu pendongen yang udah pro.. orangtua (pendampingnya) bisa nyontek cara dongeng yang oke.. ... waaa.. masih banyaakk lagi yang lainnya.. CP: Phrima

TANTANGAN 2.6: LET'S DO IT TOGETHER!

Diawinasis M.S Malang, 28 Februari 2017 Kesempatan kali ini, kami kembali memberikan kesempatan pada ananda untuk latihan membereskan mainan setelah bermain. Selain itu, kami mencoba memberi kesempatan ananda untuk melakukan beberapa hal sendiri. Kemampuan ini tidak serta-merta bisa, oleh karena itu perlu kesenpatan berlatih lebih banyak. - Memakai kaos--bunda yang memasangkan lubang kepala, ananda memakai bagian lengan baju sendiri - Toilet training: bunda memberi tahu cara cebok (tangan kiri ke belakang membersihkan bekas BAB/BAK) Malang, 27 Februari 2017 Farzana A.W/2y7m/Pr Fasilitator: Bunda Dokumentasi: Bunda # Alat&bahan : - Mainan boneka jari dan bentuk2 baju/buah dari flanel - Zipperbag sbg wadah # Narasi Ananda mengambil sendiri mainannya setelah sebelumnya bilang ke bunda. F: "bun, mau main ini" B: "boleh.. habis main nanti dirapikan lagi ya" F: "iyaaaa.." Ananda memasukkan boneka jari ke salah satu jarinya lalu bercerita.. &

TANTANGAN 2.5: BERLATIH DI MANA PUN

Diawinasis M.S Malang, 27 Februari 2017 Meskipun beraktivitas di luar rumah kali ini masih bisa memberi kesempatan ananda untuk berlatih kemandirian. Kali ini membereskan mainan "1 set alat main pasir" dan pasir yang dipakai bermain. Malang, 26 Februari 2017 Farzana A.W/2y7m/Pr Fasilitator: Bunda&Ayah Dokumentasi: Bunda Alat&Bahan: 1 set alat main pasir pasir di playground Narasi: Setelah sibuk muter-muter naik motor, akhirnya bisa "parkir" di Taman Merbabu. Terik matahari jam 1 siang bisa diabaikan sejenak, memilih tempat di bawah pohon bersiap bermain pasir. Ananda pun berbinar-binar memula aktivitas ini. Sedari awal bermain diingatkan kesepakatan: "nanti kalau sudah selesai, dibereskan ya?" Oke, selanjutnya ananda asik menggunakan garuk, sekop, dan cetakan pasir. Membentuk istana, benteng, dan penasaran bentuk-bentuk lain. #fitrahbelajar Tak beberapa waktu berselang, bapak petugas kebersihan mengingatkan kami: "Permisi, nanti

TANTANGAN 2.4 : LATIHAN MEMBERESKAN MAINAN

Diawinasis MS Malang, 26 Februari 2017 Sambil mengamati perilaku "mandiri" di luar yang dilatihkan, saya melihat ananda bisa bangun tidur sendiri, meminta minum air putih dengan kalimat yang baik. Bunda tunjukkan tempatnya, ananda mengambil minum sendiri. Tempat air: botol dg sedotan, tinggal dibuka shg mudah bagi anak untuk minum. Ananda juga sudah bisa minum dengan memakai gelas/cangkir. LATIHAN MEMBERESKAN MAINAN Malang, 25-02-17 Farzana A.W/2y7m/Pr Fasilitator: Bunda Dokumentasi: Bunda Karena pilek ananda sudah semakin berkurang, maka kami memilih memberi kesempatan latihan mengambil dan #membereskan mainan sendiri. Alat dan bahan: playdough, alas, pretend play alat masak Farza meminta bermain playdough, karena bunda tak ingat tempatnya (ada 2 tempat mainan) jadi kami mencari bersama. Saat ketemu mainan yang diinginkan, mata Farza langsung berbinar-binar. Sebelum mulai permainan, kami buat kesepakatan: B: "Main boleh, nanti kalau sudah selesai langsung di

TANTANGAN 2.3: BIARKAN DIA BICARA

Diawinasis M.S. Malang, 25 Februari 2017 Kemarin menjadi hari yang cukup panjang dengan drama warna-warni di setiap kejadiannya. Alhamdulillah masih tetap menjaga kewarasan, salah satunya semangat membersamai tumbuh kembang ananda. Malang, 24-02-17 Farzana A.W/2y7m/Pr Fasilitator: Ayah Bunda Dokumentasi: Bunda Ngomong-ngomong soal kesempatan "membereskan pilek-nya" sendiri, alhamdulillah sakitnya sudah mendingan jadi semakin berkurang aktivitas buang ingus. Ada satu hal yang bisa kami kenalkan juga pada ananda, bahwa Allah yang memberi sakit dan sekaligus kesembuhan, jadi kami bisa mengajarkan utk berdoa meminta kesembuhan pada Allah. #fitrahkeimanan Hari ini banyak aktivitas di luar rumah. Menemani ayah-bunda "thawaf" dari satu tempat ke tempat yang lain. Memanfaatkan aktivitas luar rumah, kami mengamati beberapa hal terkait kemandirian yang ananda tunjukkan: - naik turun kursi tinggi sendiri #fitrahfisikdanindera - main di playground sendiri, memilih mai

TANTANGAN 2.2 : MEMBERI KESEMPATAN

Diawinasis M.S. Malang, 24 Februari 2017 Hari kedua. Mulai bermunculan potensi kemandirian ananda yang sebelumnya kurang "terlihat". Kami sbg orangtua hanya memberi kesempatan ananda melakukan urusannya sendiri, ternyata anak-anak dapat melakukan banyak hal. Ada beberapa aktivitas lain yang bunda "tangkap" mewakili kemandirian ananda: - Dapat memakai dan melepas sandal sendiri (sandal jepit atau selop) meskipun kadang perlu diingatkan saat terbalik memakainya. - Dapat naik turun tangga sendiri sampai lantai 4. - Dapat tidur sendiri, sejak disapih penuh 1 bulan ini ananda lebih mandiri tanpa harus digendong/dikeloni. Terkadang minta dielus punggungnya, terkadang tertidur saat menunggui bunda tilawah, dsb. Untuk toilet training (BAB): ananda masih belum berani naik ke WC, menolak sambil berteriak "ndak mau bun...!". Jadi setelah BAB baru bunda jelaskan caranya dan diberi contoh. Saya kira untuk yang ini ananda masih butuh lebih banyak kesempatan, atau

Kejutan Manis Di Bulan Romantis

Bulan pertama di 0-1km. Belajar tentang komunikasi produktif. Sesuatu yang sangat "urgent" karena semua proses "how to educate children" pasti memakai "komunikasi". Dengan segala keriweuhan emak-emak, maka untuk bisa fokus belajar butuh "another power", selain minta kekuatan dari Sang Maha Pemilik Ilmu.. managemen waktu ini perlu dibuat konsisten #bukalagi NHW saat matrikulasi. Alhamdulillah bulan pertama terlewati, belum maksimaaalll.. masih ada materi yang dibaca selewat, lalu diulang lagi lain waktu, kapan lagi baru bikin mapping, nonton video biar tambah ngeh. Ngerjain Tantangan 10 hari ini yang berkesan, dari yang jaim-jaiman mau ngomong apa sampe si kecil ketagihan "ngobrol". Dan hadiah manis didapat.. sebuah badge setelah memenuhi tantangan game level 1. Banyak yang dapat ini. Lalu ada yang japri... bunda Fasilitator ngasih another kejutan: :-) Semoga ke depan bisa konsisten praktek Komunikasi Produktif. :-)

TANTANGAN 2.1 Latihan Membersihkan Ingus

Diawinasis M. S Malang, 23 Februari 2017 Gamelevel2.1 Masuk di bulan kedua kelas Bunda Sayang, kali ini tentang "Melatih Kemandirian". Lalu mulai berkaca, ini itu saya sendiri belum bisa mandiri sepenuhnya. Tapi, konon katanya "raise your child raise your self", bisa jadi dengan membersamai ananda menjadi pribadi mandiri, saya pun akan lebih mandiri dan percaya diri. Tahap pertama: Membuat List Kemandirian yang akan dilatihkan kepada ananda. Dilakukan bersama Ayah-Bunda, agar dapat menjadi komitmen semua anggota keluarga. Baca lagi materi, buka lagi "contekan" referensi tentang kemampuan standar kemandirian yang dikuasai anak 1-3 tahun. Baru sadar, cecklist sudah banyak bertambah artinya banyak kemampuan yang sudah dikuasai Farza. Namun masih ada yang perlu stimulasi. Intinya ada pada "pengendalian/kontrol diri" serta "latihan bertahap menyelesaikan urusan utk diri sendiri" * Toilet training Ananda sudah bisa menahan pipis (tid

CAMILAN RABU MATERI 2 MELATIH KEMANDIRIAN

🍯🧀Cemilan Rabu #1🧀🍯 Materi 2 : Melatih Kemandirian Anak *Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak* Membangun dan mendidik kemandirian anak bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama melatih anak mandiri ketika masih di usia dini. Secara alamiah anak sebenarnya cenderung untuk belajar memiliki kemandirian "Yes, I can!" Kata-kata ajaib ini merupakan sinyal dari kesadaran seorang anak terhadap diri dan kemampuannya sendiri untuk menentukan dirinya. Orang tua yang bijaksana memanfaatkan keinginan akan kemandirian ini dengan membiarkan anak-anak mereka mempraktikkan keterampilan mereka yang baru muncul sesering mungkin pada lingkungan yang aman atau ramah anak. Dukungan orang tua yang seperti ini memang sangat dibutuhkan anak agar dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, termasuk aktivitas yang masih relatif sulit. Namun realita yang ada, orang tua terkadang merasa tidak tega, tidak bersabar, khawatir yang lahir karena bentuk rasa sayang yang berlebihan kepada anak

MELATIH KEMANDIRIAN: MATERI II KELAS BUNSAY

*Institut Ibu Profesional* _Materi Bunda Sayang Sesi #2_ * MELATIH KEMANDIRIAN ANAK * _Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?_ Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya. Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya. Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. _Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?_ Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita

Review Tantangan 10 Hari : Kelas Bunsay KOMUNIKASI PRODUKTIF

*_Review Tantangan 10 Hari_* _Materi Bunda Sayang #1 :_ _Institut Ibu Profesional_ *KOMUNIKASI PRODUKTIF* Pertama, Kami ucapkan selamat kepada teman-teman yang telah melampaui tantangan 10 hari dalam berkomunikasi produktif, dinamika yang terpancar dalam tantangan 10 hari ini sungguh beragam. Mulai dari memperbincangkan hal teknis sampai dengan tantangan nyata komunikasi kita dengan diri sendiri, dengan pasangan dan dengan anak-anak. Mungkin beberapa diantara kita tidak menyadari pola komunikasi yang terjadi selama ini, tetapi setelah mengamati dan menuliskannya selama 10 hari berturut-turut dengan sadar, baru kita paham dimana titik permasalahan inti dari pola komunikasi keluarga kita. *KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI* Dari “TANTANGAN 10 HARI” sebenarnya kita bisa melihat pola komunikasi dengan diri kita sendiri, bagaimana kita memaknai satu kalimat di atas. Limit yang kita tentukan bersama di tantangan ini adalah 10 hari, maka kita bisa melihat masuk kategori tahap manakah diri

ALIRAN RASA : Kuncinya KOMUNIKASI PRODUKTIF

Diawinasis M. Sesanti Trenggalek, 17 Februari 2017 Alhamdulillah, bisa belajar di kelas Bunda Sayang di tahun ini. Materi pertama tentang KOMUNIKASI PRODUKTIF. Saya pikir materinya akan sama seperti di buku bunsay, ternyata TIDAAAKKK! Materi di kelas lebih KAYA dan kumplit -spesial pake telor-, bareng para bunda pembelajar membuat wawasan kami lebih luas. Setelah materi, jadi introspeksi cara berkomunikasi dengan diri, dengan pasangan, dan dengan anak. Setiap hari sudah dilakukan, tapi apakah sudah produktif??? Kali ini bukan "nice home work" yang jadi tantangan, tapi GAME dengan level-levelnya. Dengan istilah ini membuat santai menjalaninya, tapi tetap serius praktek. Ah, jadi tahu banyaakkk yang perlu diperbaiki. Tak berhenti di sana, mempertahankan yang sudah baik itu yang lebih menantang! Di luar Game yang jadi tantangan kelas, sedikit banyak jadi semakin "dekat" dengan keluarga kecil kami. Dengan lebih banyak mendengar dan mengatakan di family forum, memb

TANTANGAN 1.10 : PAKET KOMPLIT

HARI KE SEPULUH Diawinasis MS Malang, 03 Februari 2017 Bismillahirrahmanirrahiim.. Alhamdulillah hari ini sampai di hari ke sepuluh family forum di Griya Wistara. Begitu banyak yang kami dapat hanya dengan menyisihkan sepotong waktu di pagi hari untuk bersama membagi isi kepala kami. Pagi ini giliran saya menentukan tema, dan saya memilih melanjutkan pembicaraan tentang misi keluarga. Pembicaraan beraatt tapi kami buat santai. Sambil buka lagi materi #8 matrikulasi memarin, kami bicara tentang be-do-have, lifetime purpose-strategic planning-new year resolution. Meskipun belum tuntas sih, paling nggak ketemu juga maunya si planner vs si doer. Kami sadar ada perbedaan dalam hal ini, tapi dari sini kami tahu bisa saling melengkapi.. alhamdulillah ya, kami berjodoh. :-) Semakin saya sadari, saya yang bertanggungjawab terhadap hasil komunikasi..bukan lawan bicara saya. Kalau pun lawan bicara saya tidak setuju dengan apa yang saya sampaikan, it’s oke.. saya jadi tahu, oh..jadi pasangan

TANTANGAN 1.9 : Restock Empati

HARI KE SEMBILAN Diawinasis MS Malang, 02 Februari 2017 Bismillahirrahmanirrahiim.. Hari ini cuaca di Malang sangat sejuk, dan jadi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan tugas domestik di pagi hari. Sempat ngobrol bareng pasangan tentang rencana hari ini, tawaran mudik pun bergulir. Karena beberapa pertimbangan, selain gerimis, LDM saat butuh komitmen membuat family forum, juga “keterbatasan sinyal” jadi tantangan tersendiri jika harus mudik hari ini. Yes, kami sepakat tidak mudik hari ini. Family forum hari ini ontime setelah sarapan. Apa yang kami bahas? Kami banyak mendengar “konser” dari petugas piket bicara di family forum. Ternyata ada seni tersendiri, kami (orang dewasa) tidak boleh tertawa, tidak boleh menyela, cukup perhatikan (menyimak) agar anak mau mengekspresikan kebolehannya. Dan cukup banyak energi yang tersalurkan pagi ini, selain menyanyi, kami buka-buka file foto lama dan Farza mengomentari tiap foto yang dipilihnya. Ini foto ayah, ini Farza cantik, ini bunda,

TANTANGAN 1.8 : TATAP MATAKU

HARI KEDELAPAN Diawinasis MS Malang, 01 Februari 2017 Bismillahirrahmanirrahiim… Hari ini waktu untuk family forum bergeser agak siang karena ayah masuk pagi. Sambil menunggu ayah pulang, berusaha “waras” alias tetap memastikan nalar lebih dominan daripada emosi karena hanya berdua dengan Farza. Ada beberapa keadaan yang perlu diwaspadai (menurut saya), yaitu saat lapar, ngantuk, cape, dan saat hormonal tidak seperti biasanya alias PMS. Saat semuanya ngumpul jadi satu, saya memilih diam daripada salah memilih diksi. Ditambah kadang anak-anak suka melakukan hal-hal yang menarik. F: “Bun, mau keripik..” B: “Keripik yang kemarin habis sayang” F: “Mau biskuit… mau susu kotak..mau ikan..dst” (disebutkan yang tidak ada) Padahal baru sarapan, baru ngemil jagung rebus. Lama-lama Farza minta “bobo di kamar” padahal bukan jam tidurnya, lalu menangis. Apa yang saya lakukan cukup “alhamdulillah” hari ini. Mencoba menahan diri tidak bicara, melanjutkan aktivitas. Lalu saya lihat cara Farza