Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Aku Beruntung

Tak terhitung lagi keberuntungan yang Allah berikan sepanjang hidupku. Bahkan nama pasangan hidup pun bermakna 'seseorang yang beruntung'. Maka tak ada alasan untukku tidak bersyukur, bukan? Keberuntunganku dimulai di hari Kamis di bulan Oktober. Saat seorang ibu menantikan saat-saat berjumpa bayi pertamanya. Proses yang cukup panjang hingga hampir kehabisan tenaga. Rupanya macet bahu jadi penyebab si jabang bayi butuh perpanjangan waktu kala itu. Konon katanya, hal semacam ini sering terjadi jika "tukang parkirnya" tak sabar dalam memberi aba-aba. Dan aku pun tertawa saat mbak berkelakar kelanjutan kisahnya. Sejak lahir ternyata aku sudah tak banyak bicara, menangis pun tidak. Tapi gara-gara ini, ternyata orang-orang panik setengah mati. Tubuh yang baru keluar dari rahim itu dijungkir balik, ada yang membuat bunyi-bunyian, ada yang bolak-balik menengok si bayi. Bisa jadi waktu itu lebih heboh dibanding ibu-ibu bertemu diskonan akhir tahun. Padahal ini kisahku, tapi

Pecahan Persona

Wajah-wajah ini tak lagi asing bagiku. Beberapa semester yang telah berlalu, kami habiskan bersama dengan belajar ilmu tentang perilaku. Semua tampak duduk di deretan kursi hitam yang disusun di ruang tunggu. Kemeja putih, rok dan celana bahan berwarna hitam menambah kesan kaku. "Sebentar lagi akan kami panggil sesuai nomor urut", seseorang dengan pakaian berbeda memberi pengumuman sebelum menghilang kembali di balik pintu. Tiba juga giliranku. Aku tak ingat betul angka berapa saja yang disebut. Tetapi kini di kiri kananku ada lebih dari lima kepala. Sedang sibuk mengisi lembar jawaban dari soal yang diletakkan di meja. Tepat di hadapan tiap mata. Bergiliran tiap gelombang mengeja tiap kata. Menuliskan rangkaian respons dari setiap tanya. Kadang lebih banyak karangan indah ditemukan di sana, keluar jalur dari plang petunjuk pengerjaan sebenarnya. Kulihat beberapa panitia sibuk memeriksa tiap lembar "karya" tiap peserta. Dua nilai tertinggi akan bertanding da

DIY Maze

Main yang simple, memakai bahan yang ada. Tapi tetap bahagia. Alat & Bahan: Kertas tebal / kardus Sedotan Gunting Doubletape Pensil Spidol Cara membuat: -Buat pola maze di kertas tebal dengan pensil, pastikan ada start-finish yang bisa dilewati -Gunting sedotan sesuai pola kemudian tempel dengan doubletape -Gambar lokasi start dan finish memakai spidol. Bisa berupa tempat, makanan hewan, dsb. Ceritanya seekor zebra sedang mencari rumput di ujung maze. Di mana ya jalannya? Stimulasi: -Kognitif : menemukan jalan untuk zebra agar bisa merumput. -Kesabaran + konsentrasi. -Level kesulitan maze bisa disesuaikan dengan kemampuan anak. Respons kakak/4y4m : Sejak awal mau bikin-bikin sudah tampak berbinar. Membantu mengambilkan alat dan bahan, menunggui hingga selesai. Setelah jadi, ikut membuang sampah sisa double tape. Kakak berusaha menemukan jalan meskipun sempat "menabrak" beberapa kali. Setelah ketemu, kakak inisiatif memakai spidol untuk memandai jalan yang