Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

NHW7

Diawinasis Mawi Sesanti_Nice Homework #7_ *TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF* Petunjuk Pengerjaan Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar. Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6 Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA. 🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb : 1⃣masuk ke www.temubakat.com 2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya 3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini. 4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght

Saya dan Psikologi

Dulu pernah denger para mahaguru berpesan demikian, selama masih ada manusia maka Psikologi pasti punya ruang. Dan sekarang, teman seangkatan sudah ambil profesi, sudah jadi guru, konselor, terapis, staff HRD, punya usaha, dan segenap peran publik maupun domestik (yang belum disebut boleh nambahin). Saya yakin, itu jalan sukses yang mereka pilih. Mereka mulai perjalanan dari titik nol kilometer, tanpa saya tahu kapan mereka mulai. "Individual differences" sudah lama dipelajari, maka sudah saatnya mengakui setiap potensi unik pada diri kita masing-masing dan mengambil peran darinya. Maka saya pun berhak mengihtiarkan "finish line" yang saya yakini. Mengutip "pesan perpisahan" di tahun 2012: Anda semua adalah yang terbaik. Selamat menempuh jalan sukses masing-masing, dan pada masanya kita akan bertemu dengan membawa kesuksesan itu. Konon pidato dadakan ini terinspirasi dari buku alay yang sempat dipinjam belum kembali.

MATERI #7 MIP MRJATIMSELLA

Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7 REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”. Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR " Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki. Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita” Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi m

Review NHW 6

_Review NHW #6_ 🙋 *BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA* 🙋 Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori  tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda. Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, *_manajemen waktu_* menjadi hal yang paling krusial. Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Masih ingat istilah *_DEEP WORK_* dan *_SHALLOW WORK_*? Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work. Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita. 1⃣. *Refleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini* Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan

PROGRAM 30 MENIT LEBIH DEKAT #karawang

⏰ PROGRAM 30 MENIT LEBIH DEKAT⏰ 👳🏽‍♀Guru Tamu: Bapak Dodik Mariyanto 👶 Fasilitator : Wening Prihapsari Nursya'bania ⛳Karawang 📅 25 November 2016 🕗 20.00-20.30 WIB 📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝 1⃣ Husnul Dianah Bagaimana sikap terbaik seorang istri dalam menghadapi bumertua yg selalu ikut campur dalam masalah keuangan keluarga ... ➡ Ibu mertua = Ibu. Wajib hormat dan bakti. Bila ibunda berbicara, dengarkan. Bilamana tidak setuju, tidak perlu berdebat, tetap bersikap santun dan lemah lembut (mengacu pada riwayat Nabi Ibrahim as terhadap ayahanda beliau)✅ 2⃣ Dani Rahmawati Ketika fisik seorang ibu sdg sakit shg membutuhkan haknya utk istirahat dlm sementara waktu (bedrest) .. hal spt apa yg bs dilakukan ibu sbg bentuk kewajiban dlm mendidik anak, disaat sang ayah bekerja.. ➡ Apa yang sekiranya Bunda bisa lakukan? Membacakan cerita untuk ananda? Ngobrol? Yang lain? Lakukan yang terbaik yang dapat Bunda lakukan. Diskusikan hal2 yang perlu untuk dilakukan namun Bunda tidak da

30 menit lebih dekat #korwil7

⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰ ⏰ 30 menit lebih dekat ⏰ 👸🏻 Guest Teacher : Ibu Septi Peni Wulandani 🙎🏻 Fasilitator : Rindu R 🏡 Korwil 7 🗓25 November 2016 ⏰ 20.00-20.30 wib ✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏ 🙋🏻 Resi utami Bu Septi boleh nanya2: Bagaimana caranya menentukan kurikulum yg berbeda sesuai minat anak2 dengan umur anak2 yg beda2 pula? Sedangkan yg mengajarkan di rmh hanya ibunya saja. 👸🏻➡ Mbak Resi, jangan pikirkan kurikulum dulu, yang pertama kali harus mbak lihat adalah sisi keunikan anak-anak, hal apa yang membuat matanya berbinar, gaya belajar apa yang paling dominan di anak-anak kita saat ini. Setelah paham profile anak masing-masing, baru mulai buat menu belajarnya, mulai dari yang kita bisa dulu.  Setelah itu bertahap.✅ 🙎🏻wenda swords Bu septi...kalau selama ini saya banyak tanya Di grup untuk diskusi Kali ini saya mau minta didoakan untuk saya Dan teman2 di grup keren ini bisa tetap semangat mengaplikasikan NHW kita dalam kehidupan sehari2...😘terimakasih bu sebelumnya saya sangat sena

FSP

Resume Kulwap IIP Bogor #1* 19 Maret 2015 Narasumber: Septi Peni Wulandani Family Strategic Planning Wah berat amat judulnya…? Apa memang perlu sebuah keluarga melakukan strataegic planning? Kok kayak perusahaan? Mengalir saja-lah, ngga usah neko-neko. Saya memang bukan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, mengikuti arah sungai begitu saja. Saya adalah nakhoda bahtera yang berlayar di atas air, perlu peta dan kompas agar saya dapat mengarahkan kemudi dengan baik, mensikapi badai dan karang yang menghalang di jalan. Begitu pemahaman saya atas wisdom Jawa ‘ngeli nanging ora keli’ (mengalir tetapi tak terhanyut). Keluarga adalah amanah, dipertanggungjawabkan dunia akherat. Keluarga itu surga atau neraka kita, dunia dan akherat, kini dan juga nanti. Maka keluarga pantas kita jalankan secara bersungguh-sungguh, dengan segala ilmu dan resources yang kita miliki. Bersungguh-sungguh tak mesti tegang, formal atau dahi berkerut; sebaliknya kita dapat menjalaninya dengan g

Resume 30menit lebih dekat dgn Pak Dodik Matrikulasi iip jakarta

Resume 30menit lebih dekat dgn Pak Dodik Matrikulasi iip jakarta batch #2 24 november 2016 pukul 20.00-20.30 Dipandu dan diresume oleh: Dian annuriah rahmawati 1. Dian Mau tanya p dodik..bagaimana p dodik menempatkan diri sebagai ayah utk anak-anak? APakah ada perbedaan positioning kepada anak laki dan perempuan? =>Ketika sudah masuk aqil baligh tentu ada perbedaannya. Secara umum saya belajar menjadi teman ngobrol mereka (meski kata mereka saya kadang2 menjadi teman yang menyeramkan hahaaa). Perbedaan lebih pada materi obrolan, bukan perlakuan saya kepada mereka✅ 2. Nurbaiti Pak dodik. Mau tanya apa kewajiban yg paling penting sebagai seorang ayah? Krn selama ini yg sering dibahas adalah kewajiban ibu. ➡ Posisi ayah memberi ruang kepada anak2 untuk menumbuhkan sisi kepemimpinan, kreativitas (kadang rada2 bengal dikiiit gitu hehee), sistematika dan struktur berpikir dan faktor2 yang bernuansa kelelakian (sisi tegas, keras, dan yang sejenis)✅ 3.Efiaty Iip Jkt: Assalamu'

NHW#6

DIAWINASIS MAWI SESANTI - NHW#6 *BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL* Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu *_RUTINITAS_* Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb : 1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting √ 3 PALING PENTING -Membersamai pendidikan anak (peran sebaga ibu) -Mengatur rumah tangga (domestik-sebagai istri) -Amal yaumi (sebagai pribadi) 3 PALING TIDAK PENTING -Ngobrol tanpa tujuan(online/offline) -Medsos --tanpa batasan -Browsing --tidak terkait dg jurusan ilmu 2⃣Waktu anda selama ini habis u

RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT⏰ KELAS MATRIKULASI IIP Korwil Kalimantan

⏰  30 menit lebih dekat MIIP Korwil Kalimantan bersama Pak Dodik Mariyanto Hari/Tanggal : Rabu, 23 November 2016 Jam : 21.00-21.30 WITA ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 1⃣ saya mau minta masukan dari pak dodik 🙏🏻 Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh pak..  Kami sekeluarga hidup nomaden, sekitar setahun sekali pindah. Suami bekerja di salah satu BUMN yang perjanjian kerjanya menyatakan "siap ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia". Saat ini kami sedang merancang skenario pendidikan anak-anak: 🔵Skenario pertama HS 🔵skenario kedua mencari sekolah terbaik yang sesuai dengan misi kami, sehingga saya dan anak-anak harus LDM dengan suami Kami mohon masukannya, adakah hal-hal lain yang harus kami pertimbangkan? Salah satu sekolah yang kami incar adalah Sekolah Lebah Putih 😍 Terima kasih atas jawabannya pak dodik 🙏🏻 ➡ Pertimbangan utama tentu saja kesesuaian dengan ananda; jalur pendidikan mana yang paling cocok. Orang tua dapat menyesuaikan untuk memenuhinya.✅ 2⃣ Assal

RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT⏰ KELAS MATRIKULASI IIP SURABAYA RAYA

⏰RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT⏰ KELAS MATRIKULASI IIP SURABAYA RAYA Bersama Guest Teacher: Bu Septi Peni Wulandani Rabu, 23 November 2016 Pukul 20.00-20.30 wib ========= 1⃣ ❓Bunda Tina Ikavatin: Kapan mantu Bu? Apa sudah punya calon mantu? Kriteria mantu Bu Septi apa nggih?☺ #penasaran ✍Septi Peni Wulandani: hehehehe mbak tina langsung nembak, yang pasti laki-laki muslim untuk calon imam enes dan ara, dan perempuan muslim untuk bidadari surganya elan 😘😍✅ 2⃣❓Bunda Ana Dewi: Bu saya memulai untuk bertanya inggih? Bu septi awal mengadakan homeschool bagaimana tanggapan lingkungan bu .kan awalnya banyak orang mengenal sekolah y disekolahan ✍Septi Peni Wulandani: kaget mbak anna, kemudian banyak yang bertanya-tanya dan "mempertanyakan" hehehe. yang pasti kami berdua dan anak-anak harus yakin dulu, tidak mendengarkan suara luar . Insya Allah tekad kuat kami adalah kami ingin menjadi bukti, tidak hanya sekedar menunggu bukti. Selama Allah dan RasulNya tidak murka, jalan saj

Materi #6 MIP

*IBU MANAJER KELUARGA HANDAL* _Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6_ *Motivasi Bekerja Ibu* Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik. Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu *_kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita_* Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik. Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah moti

Kurikulum Gue Bgt--ROAD MAP

kita kilas balik NHW-NHW sebelumnya y di saat Nhw #1 kami meminta teman-teman jurusan apa yang akan diambil di universitas kehidupan ini,  ini adalah proses yang bernama *_START FROM THE FINISH LINE_* Nanti saat memandu anak-anak juga ditanyakan hal tersebut. Kemudian di tahap berikutnya mau berapa lama ditempuhnya? maka kita menentukan *_milestone_* berapa lama durasi waktu yang akan kita tempuh? kecepatan kita dalam melangkah, hingga apa saja tahapan yang perlu kita lalui. Setelah milestone  jadi, supaya menunjang kelancaran proses belajar, kita sebaiknya memiliki *_support system_*yang memadai. Misal perlu bergabung dengan komunitas, perlu mencari sang ahli untuk berdiskusi, perlu mencari tools/alat penunjang belajar untuk hal tersebut. Perlu suami untuk saling mengingatkan dsb. *_Exit Procedure_* adalah bagian dari system yang harus kita ketahui sebelum memasuki sebuah system. Sebelum masuk kita harus tahu cara keluarnya. Kalau dalam pembelajaran. Misal di tengah jalan ternya

Kelulusan dan Pilok

Kemarin waktu dianter pak suami ke Sekolah Ibu, ada obrolan ringan di atas motor. Alhamdulillah lewat jalanan kota malang yang bikin homesick, iya.. banyak lubang-lubang kaya jalanan di kampung. "Pernah denger cerita tentang anak SD yang lulus minta dibeliin pilok ga?" "Lha? anak SD? mau ngapain? coret-coret kaya anak SMA gitu?" "Bukan.." Kemudian ada dongeng... "pada zaman dahulu..." #ehhh Ada anak SD, pinter selalu juara kelas. Lalu waktu lulusan dia minta hadiah sama orangtuanya. Minta dibeliin pilok. Buat apa? Ternyata buat melingkari lubang-lubang di jalan aspal. Buat bantuin para pengendara motor, khususnya di malam hari. Kalau kapur kan gampang hilang kena hujan. Nah kalau pilok cuma bakal ilang kalau lubangnya ditambal. Refleks liatin lubang di jalanan, dan semuanya dilingkari pilok. Apakah ini hasil kerjaan anak SD itu?? Wallahu a'lam.

Review NHW#5

Review Nice Homework sesi #5 BELAJAR CARA BELAJAR ( Learning  how to Learn) Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana rasanya mengerjakan Nice Homework di sesi #5 ini? Melihat reaksi para peserta matrikulasi ini yang rata ada di semua grup adalah a. Bingung, ini maksudnya apa? b. Bertanya-tanya pada diri sendiri dan mendiskusikannya ke pihak lain, entah itu suami atau teman satu grup c. Mencari berbagai referensi yang mendukung hasil pemikiran kita semua d. Masih ada yang merasakan hal lain? Maka kalau teman-teman merasakan semua hal tersebut di atas, kami ucapkan SELAMAT, karena teman-teman sudah memasuki tahap “belajar cara belajar”. Nice Homework #5 ini adalah tugas yang paling sederhana, tidak banyak panduan dan ketentuan. Prinsip dari tugas kali ini adalah “Semua Boleh, kecuali yang tidak boleh” Yang tidak boleh hanya satu, yaitu diam tidak bergerak dan tidak berusaha apapun. Selama ini sebagian besar dari kita hampir memiliki pengalaman belajar yan

Pe-eR "Nice"

Dulu, PR itu bikin males. Asal garap, pokoknya dikumpulin, besok diperiksa guru. SUDAAH. Nah, kalau yang ini PR yang bikin penasaran. Terserah mau digarap boleh, nggak juga tanggung jawab masing-masing. Petunjuknya simple, dibikin simple ya boleh..dibuat ribet juga monggo. Utek-utek.. oiya INI. Selesai. Dikumpulin. Eh, besoknya kok "nemu" jalan yang lain, tambahin. Besok lagi ketemu yang baru... lho ternyata begini, lho kok ternyata ada hubungannya sama itu, lho.. lho.. Revisi lagi. Ganti lagi. PR yang ini "guru"nya nggak ngoreksi, cuma ngasih clue. Koreksi aja diri sendiri, apakah "on the track" atau nggak. Ketemu yang kaya gini waktu sekolah dulu??? #NHW #MIP #IIP

Komitmen dan Konsisten

Beberapa waktu terakhir, mencoba membuat "sesuatu". Ternyata ga gampang ya, padahal cuma bikin cerita curhatan emak-emak, mainan bareng bocah, atau coretan ala-ala ababil yang iseng sambil dengerin gurunya ngajar di depan kelas (maafkeun para guru, saya ngaku salah..insya Allah udah tobat sekarang). Ujug-ujug berubah itu gampang, tapi.. konsisten itu yg butuh usaha lebih. Pesan moralnya adalah: saat kita tahu kesulitan membuat sesuatu, kita akan lebih "peduli" pada karya orang lain. #tsaahh Habis baca buku bunsay, membangun karakter..makanya bahasanya "pesan moral". Udah praktek? Hihihi.. lahir 1 cerita ala-ala saya yang berhasil dihafal Farza.

Kursi Kecil Bermotif Bunga

Kursi kecil bermotif bunga itu masih ada sampai sekarang. Saat itu aku baru masuk taman kanak-kanak. Di sekolah ada kursi-kursi kecil lucu yang tak kutemui di rumah. "Aku mau yang seperti itu". Aku diajarkan untuk tak banyak meminta, tapi entah kenapa godaan kursi kecil itu mampu membuatku meminta. Selang berapa waktu, hadirlah tempat duduk berwarna biru dengan motif bunga putih list merah. Orang tuaku tidak membelikannya. Mbah kakung yang membuatkannya untukku. Banyak perabot di rumah, bukan beli tapi dibuatkan mbah kakung. Digotong dengan punggungnya, padahal rumah beliau beberapa kilo jauhnya +ditambah naik turun bukit). Aku selalu kagum dengan ukiran di bufet, dengan cara beliau membuat sesuatu. Masih kuingat jelas, jempol tangan beliau "berbeda" jejak benda keras alat pertukangannya. Saat bertemu bapak kedua, rasanya aku bertemu mbah kung yang lain. Iya, aku melihat "banyak" sisi mbah kung pada bapak mertuaku. Seseorang yang suka membuat "se

Cerita Griya Wistara November (3)

Minggu ini cukup padat acara di "luar". Padahal semua emak kan emang selalu punya jadwal padat. Emak sibuk aja masih sempet ngurusin orang sekecamatan. #eh Semoga itu bukan saya. Eh, tapi seru ya. Move up dari zona nyaman. Keluar rumah (dengan alasan syar'i dan izin suami tentu) membuat mata saya terbuka lebih lebar. Pergi ke tempat baru, bertemu orang berbeda, belajar hal baru, juga hikmah lain yang saya yakin sudah Allah gariskan sebagai rizki saya. Saat seminar kemarin (yang ga gratis), saya ga bisa fokus penuh. Kali ini saya bisa ikut pemateri yang sama, dengan tema lebih "dalam" menurut saya. Free, di Masjid pula. Alhamdulillah.. Kuota memang terbatas, pas baru daftar udah langsung kuota habis. Nah, Allah baik banget kan? Dia selalu memberi yang kita butuhkan, belum tentu yang kita inginkan. Bahasannya "Mendidik Generasi Selamat di Era Digital". Pematerinya? Kiki Barkiah, praktisi home schooling dengan 5 anak (dan masih mau nambah). Zaman meman

Cerita Griya Wistara November (2)

Tarik nafas panjang sebelum nulis ini. "Tugas orangtua adalah bersyukur atas setiap potensi, dan bersabar atas proses". Jadi kemarin Farza suka main air sebelum mandi. Ada kalanya main ini lamaa. Jadilah saya sambil bersihkan kamar mandi. Tapi.. rupanya ada pengalaman yang memberi kesan buruk baginya. Entah yang mana, apakah suara saya menyikat lantai, ataukah air dari bak yang saya tuang, atau yang lain selama proses saya bersih-bersih itu. Efeknya lebih parah dari yang saya kira. Farza takut ke kamar mandi. Otomatis berefek pada aktivitas mandi dan... TOILET TRAINING. Sempat muncul lagi pipis di celana, saking lamanya nahan BAB dan BAK. Padahal itu sudah tuntas sejak sebelum usia 2 tahunnya. Saya ga tawari ke kamar mandi? Tentu saya tawari di jam biasanya BAK. Tapi saya DITOLAK. Jadi ini rasanya ditolak.. (saran saya buat para ABG baper yang cintanya ditolak, nikah aja wes). Mandi pagi sore jadi dipenuhi teriakan dan tangisan, sambil memeluk bunda erat-erat bahkan awal

Cerita Griya Wistara November (1)

Pekan ini ada banyak cerita. Rasanya sayang jika terlewat begitu saja. Tentang pertama kali ikut seminar bareng Farza. Awalnya kita datang ber3, kumplit personel Griya Wistara. Foto bareng pun jadi kenang2an. 2 Jam pertama Farza main sama ayah. Explore di kids corner sampai bagian luar hotel. 2 jam berlalu, ayah berangkat kerja, sementara pembicara baru setengah jam bicara. Jadilah saya "momong bocah" sambil dengerin seminar (jadi seminar ini cuma sambilan). Memang dari awal kami sudah buat kesepakatan, jadi saya ambil tempat di pojokan dekat pintu kids corner. Kalau dari review NHW1, menjaga kemuliaan anak itu lebih utama daripada menuntut ilmu itu sendiri. Meskipun ga sepenuhnya sukses sih... ada apa??? Farza berbekal boardbooknya, mendongeng di belakang. Alhasil buibu di belakang punya 1 pembicara baru. Yasudah, saya ajak aja main di kidscorner. Ternyata ada banyak hal yang saya-dan Farza dapatkan. Ada lebih banyak yang kami explore. Dan saya bersyukur melewati hari itu

Warisan Orangtua

Kemarin ketemu ibu-ibu, yang satu anaknya 5 (dan sedang hamil yang ke6), yang satu lagi temen sebangku anaknya 3 (sedang hamil yg ke 4). Pesan dan kesannya sama: "Punya anak 1-2 itu paling ribet, setelah anak ke 3 dan seterusnya biasanya lebih mudah karena sudah ada yang bisa di #delegasi-kan untuk tugas yang bisa didelegasikan." Wah, ga sesuai program KB dong? KB itu kan keluarga berencana, jadi saya ga tahu rencananya tiap keluarga mau punya anak berapa. Dan saya lebih ga tahu lagi, setiap keluarga mau diberi amanah anak berapa olehNya. Ngomong-ngomong soal jumlah anak, ternyata Bapak saya 14 bersaudara (meninggal 3 sewaktu kecil). Dari keluarga ibuk ga sebanyak itu, "cuma" level 5 bersaudara. Dan alhamdulillah semua jadi orang. Besok lah kita tanya, kenapa ga dilanjut potensi "anak banyak" ini. Mungkin karena taat pada aturan pemerintah, secara dulu pegawai negeri itu musti ikut apa kata negara. Itu kenapa saya belum minat jadi Pe-eN-eS. Boleh lah