Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Jurnal 2.2 - Gua Pengetahuan

Kali ini ulat Bunda Cekatan masuk ke gua pengetahuan. Hanya bisa menangkap suara dan cahaya, jadi tugas pekan ini adalah membuat potluck audio atau video. Yang Aku Tahu: Doodle Art Berbagi tentang apa YANG AKU TAHU? Pekan lalu saya mengisi panduan satu kolom pertama dengan Doodle Art, jadi kali ini saatnya berbagi bahagia dengan Tips Belajar Doodle Art untuk Pemula . Silahkan mampir ke Youtube Griya Wistara. Setelah membuat potluck, saatnya berkeliling dalam gua untuk menemukan makanan sesuai peta belajar sebelumnya. Wah, banyak yang seru nih. Pasang kacamata kuda, mari kumpulkan beberapa yang sesuai dengan kebutuhan. Manajemen Waktu Potluck dari Mbak Laily I. Sejati menarik sekali, setelah belajar kandaang waktu, membuat prioritas, berikutnya belajar menyegerakan mengerjakan hal yang penting. Membuat perencanaan aktivitas agar hal yang penting tidak mendesak tidak bergeser ke ranah mendesak. Potluck dari Mbak Laily Sejati Potluck dari Mbak Lina :

Jurnal 2.1: Memilih Makanan Pertama

Alhamdulillah, akhirnya level telur-telur telah dilewati. Ibarat mengerjakan skripsi, kali ini waktunya para mahasiswi kelas Bunda Cekatan masuk ke BAB dua (Tahap Ulat-ulat). Yaitu seputar mencari referensi yang sesuai dengan kebutuhan belajar yang telah dituangkan dalam peta belajar. Di pekan ini saya menemukan referensi dari topik pertama di peta ; terkait dengan * Fitrah Bakat *.  Frame Work Fitrah Bakat menurut FBE Lewat workshop Pandu 45  dengan pemateri Ibu Septi dan Bapak Dodik pekan lalu, saya mulai membuka mata kembali setelah sempat pasang surut belajar tentang fitrah bakat. Belajar langsung lewat guru memang berbeda, selalu banyak insight yang didapatkan. Satu yang paling menarik menurut saya adalah penggunaan gamification dalam memandu bakat anak. Sangat disarankan memperbanyak main, ngobrol, dan beraktivitas bareng sebagai bahan observasi. Pandu 45 lebih mengutamakan peran orangtua sebagai orang yang paling dekat dengan anak, namun tidak menutup peran lingkar

Alir Rasa Tahap Telur-Telur: Aku Berubah!

Belajar di Institut Ibu Profesional itu memang butuh niat dan effort lebih. Dulu di tahap Matrikulasi diuji komitmen. Masuk kelas Bunda Sayang diuji konsisten. Dan kali ini kami sudah masuk tahap pertama, berproses di kelas Bunda Cekatan. Ujian ketangguhan, apakah siap bertahan sampai akhir? Belajar di kelas BunCek itu susah ditolak karena ada dongeng, main, dan kejutan di setiap pekannya. Di tahap telur ada dongeng setiap hari Rabu, kemarin ada cerita Ibu Septi, Mas Pandu, dan Pak Dodik. Terima kasih para gurunda, sudah berkenan berbagi ilmu. Ada yang langsung nemu "A-Haaaa", tapi tak jarang saya harus memutar ulang video dongeng agar nyambung dengan apa yang dimaksud. Ada sesi diskusi jika ada yang belum dipahami. Terimakasih teman-teman sekelas yang banyak memberi insight saat mulai belibet dengan materi dan tugas. Main-nya apa aja sih? Dimulai dengan menemukan telur hijau , mencari aktivitas yang membuatku berbinar bahagia. Hal remeh menurut orang lain bisa jadi

Jurnal 1.4 Buncek: Peta Belajar

Jurnal 4 Buncek: Peta Belajar Kali ini kami mendapat dongeng dari Pak Dodik Mariyanto tentang mind-mapping. Seperti biasa Pak Dodik mengajak kami olah pikir, merenung dan menuangkan isi kepala ke dalam selembar peta pikiran. Bagi yang pernah baca buku Quantum Learning atau Doodle Revolution , pasti sangat familiar dengan teknik ini. Alhamdulillah saya juga sangat nyaman saat bisa fokus dan membuat sebuah gambaran utuh dari suatu topik yang dipelajari atau project yang dikerjakan. Mind-mapping dimulai dari sebuah judul utama, kemudian menambah cabang-cabang utama berisi topik. Setiap topik akan memiliki ranting-ranting yang berisi subtopik yang berisi hal lebih detail. Kita dapat melakukan cut-paste tiap cabang utama, memindah atau menambah topik sesuai dengan kebutuhan.  Sebentar lagi fase telur akan berakhir, calon ulat bersiap memasuki hutan belantara pengetahuan (the jungle of knowledge) untuk memakan ilmu-ilmu yang dibutuhkan. Peta belajar dibuat berdasarkan telur o

Carica Papaya

Saat lihat tanaman ini, auto pengen nyanyi Papaya-Song. Kalian yang belum tahu lagu absurd ini, bisa mampir di chanel youtube Raditya Dika waktu belum jadi bapak-bapak. Peringatan: sakit perut tidak ditanggung. Ngomong-ngomong, saya doyan makan daun pepaya yang direbus. Pahit? Iya, ga usah ditanya. Tapi dari sini kita belajar, kadang pahit daun pepaya dan pedasnya sambal bisa membuat sepiring nasi lenyap dalam sekejap. Kata guru saya, hidup terlalu mudah itu tidak menantang. Kita perlu memilih sesuatu yang sulit, saat mampu menakhlukkannya akan ada kepuasan tersendiri. Termasuk makan daun pepaya yang pahit? Bisa jadi. @30haribercerita #30HBC2009 #30HBC20 #30HariBercerita #CaricaPapaya #Pepaya

Guru Kehidupan

Sengaja nggak posting foto tanaman,  stoknya disimpan buat besok. Karena ada tema khusus di hari ke delapan dari @30haribercerita jadi ini aja fotonya. . Dua anak kecil ini adalah guru terbaikku selama 5 tahun terakhir.  Selalu ada hal baru selama membersamai mereka tumbuh. Teman ngobrol, teman main, teman seru-seruan yang sekarang bisa diajak berantem. Haha ... Serunya saat tiba-tiba ada ujian dadakan. Ilmu SKS zaman sekolah terasa sia-sia. Tapi tahukah Anda, ada mantra yang bisa mengatasi pertanyaan ajaib bocah-bocah. "Ayo kita cari tahu bersama". Menjadi orangtua tak selalu tahu segalanya. Jangan malu mengakui ketidak-tahuan, legowo belajar bersama. Bahkan bersiap menerima ilmu saat anak-anak selangkah lebih maju. Terimakasih Ya Allah, telah menghadirkan guru luar biasa di rumah kami. Memberi banyak hikmah bagi kami yang masih belajar menjadi orangtua. #30HBC2008 #30HBC20 #30HariBercerita #GuruKehidupan

Menemukan telur orange

Telur-telur, ulat-ulat makan banyak, kepompong tidur nyenyak, bangun jadi kupu-kupu cantik. Saat kita belajar dengan merdeka, kita akan menuntut ilmu dengan tuntas. Tak perlu bergantung pada guru, atau teman sepermainan. Ibarat ulat, bersiap melahap habis dedaunan hijau sebelum masa kepompong tiba. Ah, jangan-jangan kita terjebak menjadi penuntut ilmu yang lapar mata! Melahap segala yang ada di depan mata. Hingga banjir informasi di sana-sini, meluber tak terkendali. Sampai di tahap telur ketiga kelas bunda cekatan, waktunya belajar menentukan prioritas ilmu yang akan dipelajari. Sudah pasti ini sangat personal, berbeda antara satu orang dengan yang lain. Jadi tak akan ada contekan a-b-a-c-d karena penilaian dilakukan oleh diri sendiri. Sekali lagi... Jangan lupa bahagia,  belajar merdeka belajar. Daun yang ini masuk daftar makanan ulat??? @30haribercerita #30HBC2007 #30HBC20 #30HariBercerita #PakuSarangBurung #KelasBundaCekatan

Daun Merah

"Bagaimana jika aku menikah lagi?", mendadak ada bara yang menyala dalam sekam. Sebentar lagi apinya akan berkobar. . "Maksudnya?", berpura-pura tenang sambil menyiapkan pisau di genggaman. . "Bukankah poligami itu dibolehkan?", tampaknya lelaki ini tak juga menghentikan topik panas ini. "Tentu saja boleh, tapi bukan pada pernikahan saya." "Kenapa begitu? Apakah kau ingin menyelisihi syari'at?", aku ingin tertawa tapi rasanya tak sopan di depan orang yang lebih tua dariku. "Begini, jika Anda ingin menikah lebih dari sekali itu tak masalah. Ngomong-ngomong saya belum menikah, dan Anda belum tentu jodoh saya. Tapi saya pikir lebih baik saya mencari orang lain yang tak berpikir poligami saat masih belum laku.", akhirnya kugunakan pisau tadi. Memutus modus PDKT ngeri ini. Satu dekade berlalu, dia bertemu jodohnya. Aku pun demikian. Sempat terdengar kabar angin tentang prosesnya mencari calon kedua. Entah berhasi

Jurnal 1.3: Ilmu Pendukung Keterampilan (Telur Orange)

Jurnal 3: Ilmu yang Diperlukan untuk Mendukung Keterampilan (Telur Orange) Di jurnal pertama (telur hijau), kita sudah menelusuri apa saja aktivitas yang membuat kita bahagia, dengan melihat sisi yang paling kita suka dan bisa.  Jurnal kedua (telur merah) berisi keterampilan apa saja yang bisa mendukung aktivitas pertama. Jika semua sudah oke, tinggal mencari keterampilan pendukung aktivitas di telur hijau. Namun jika masih ada pengganggu, telur merah berisi keterampilan untuk mengatasi "tantangan" agar aktivitas telur hijau tetap berjalan. Selanjutnya memasuki jurnal ketiga (telur orange), yaitu ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk mendukung keterampilan di telur merah. Jika sebelumnya memilah aktivitas yang membahagiakan dan tidak. Berikutnya memilah mana yang membuat bahagia Vs bahagia banget. Ternyata dari semua daftar panjang tersebut tidak semua harus dilakukan, dibutuhkan skala prioritas agar ibu tidak oleng. Dongeng Ibu Septi Peni di pekan ketiga

Pulutan

"Daunmu mirip buah Tin, ya?" / "Tapi daunku tidak selebar daun Tin." "Bungamu mirip kembang sepatu, ya?"/ " Iya, tapi ukuranku kecil." Urena lobata (Pulutan) Pernah dibanding-bandingkan dengan orang lain yang katanya sepertimu? Atau justru kita yang suka berubah jadi netizen julid banding-bandingin orang? Haha ... Di luar sana memang banyak orang yang lebih dari kita. Mungkin lebih bagus tulisannya, lebih banyak pengalamannya, lebih sering keliling dunia. Lalu kenapa kita kudu minder? Mengakui kekurangan itu penting, karena kita bisa menyiasatinya. Tapi... Tetap kudu fokus sama kelebihan masing-masing. Kompetisi itu penting, tapi kolaborasi itu nggak boleh dilupakan. Kalau si A jago bikin tulisan, si B jago gambar, si C jago kritik. Kenapa nggak ngasih kesempatan A-B-C saling bersinergi bikin buku? Sudah ada penulis, ilustrator, plus editor. Kamu mau jadi apa? @30haribercerita #30HBC2005 #30HBC20 #30HariBercerita #Pulutan

Bidara

Aku bingung, bagian mana yang harus kutulis tentangmu. Apakah duri yang memenuhi sepanjang batang, ataukah daun bertuah yang dibenci makhluk tak kasat mata? Ini sekedar penegasan bahwa aku tak tahu apa-apa tentangmu. Mungkin juga ini saatnya aku mencari tahu. Ziziphus mauritiana (Bidara) Sama seperti pasangan hidup, aku tak benar-benar mengenal ketika pertama bertemu. Sebenarnya sampai hari pun aku tak benar-benar tahu. Haha... Berkenalan dengan orang asing pada umumnya, seperti duri-duri bidara: kaku dan tajam. Bisa jadi itu baru kulit luarnya. Selapis demi selapis kutemui dia saat tertawa, sedih, haru, bingung, kecewa, dan momen lainnya. Di masa depan bisa jadi lebih banyak lagi lapisan yang baru saat kita ngobrol, main, atau beraktivitas seru. Ah... Jadi kangen. Padahal cuma LDM seminggu. Kamu ... Iya, kangen kamu ... @ariyantomath @30haribercerita #30HariBercerita #30HBC2004 #30HBC20 #Bidara

Sirih Bumi

Tidak ada kebetulan di dunia ini. Pasti ada maksud di balik sebuah penciptaan. Meskipun ia tumbuh liar dan diabaikan manusia, Sirih Bumi tak peduli. Ia tetap hidup dengan peran yang dimilikinya. Peperomia pellucida Musim penghujan tiba, saatnya tumbuh beranak pinak. Ada yang menganggap gulma, dibuang begitu saja bersama rumput liar lainnya. Sekali lagi ia tak patah arang. Ia akan muncul kembali di tanah subur di tepi hutan hingga dinding berlumut perkotaan. Bisa jadi hanya segelintir orang yang mengenalnya. Mengetahui sederet khasiat yang dimilikinya. Dengan ijin Penciptanya membawa kesembuhan atas ujian sakit pada manusia. Ada pula manusia yang membawanya menjadi hidangan di meja makan bersama tanaman pangan lainnya. Ah, aku jadi penasaran ingin mencoba! Belajar dari tanaman ini, tak perlu menunggu penghargaan manusia untuk menjalankan peran di bumi. @30haribercerita #30HBC2003 #30HariBercerita #30HBC20 #SirihBumi #Peperomiapellucida

Kucai

Allium tuberosum Meskipun sesama manusia, tetapi setiap kita tak pernah benar-benar sama. Seperti tanaman dari keluarga bawang ini. Apa nama tanaman ini ya?Daunnya mirip daun bawang, tapi dengan diameter lebih kecil. Saat belum berbunga, bisa saja dikira bawang merah. Atau sebenarnya ini bawang putih? Bawang bombay? . Tak adil memang, membuat kesimpulan hanya dengan melihat satu bagian saja. Termasuk dalam menilai seseorang. Hanya sekali melihat seseorang menangis, lalu melabel kata cengeng? Sekali waktu menemukan seseorang yang cerdas linguistik, dengan mudah memberi gelar cerewet? Bertemu orang yang senang mengatur, kau sebut diktator? Itu baru satu sisi yang dilihat, apa cukup adil menentukan si dia begini, si itu begitu? Bisa jadi di balik tangisan seseorang, memang ada hati si emphaty yang mudah tersentuh. Di balik stok kata berlebih, bisa jadi itulah bentuk perhatian. Si arranger yang bahagia melihat keteraturan. Ya, kita perlu melihat akar, batang, daun, bunga,