Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Jurnal Belajar Level #2 Menjadi Mandiri: Berproses dari Waktu ke Waktu

Jurnal Belajar Level #2 Diawinasis M Sesanti Tgk, 29 Desember 2017 Melatih kemandirian anak adalah proses panjang yang terus berkelanjutan. Di setiap tahapan usia, terdapat tugas-tugas yang perlu dilatihkan terkait kemandirian. Semua tidak muncul tiba-tiba, perlu proses yang tidak selalu mudah bagi anak dan tentu saja orangtua. Membuka kembali catatan jurnal kemandirian ananda pada tantangan level 2. Saat itu ananda masih berusia 2 tahun 7 bulan (Februari 2017). Terdapat catatan tentang toilet training yang masih takut naik WC sendiri saat BAB, memakai baju masih dengan bantuan, makan masih sambil main, dsb. Terlihat jauh sekali berbeda jika dibandingkan dengan saat ini (3tahun 5 bulan). Ananda sudah bisa ke toilet sendiri, baik BAB maupun BAK meskipun masih perlu bantuan untuk bersuci dengan benar. Bahkan kami sudah tak lagi khawatir dengan perjalanan jauh, karena ananda dapat beradaptasi dan mengkomunikasikan apa yang dirasakan. Sudah mampu memilih dan memakai baju sendi

Camilan Rabu 10.2

🍑🍒🍓🍎🍅🍇🍈🍉🍋🍌🍍 *Cemilan Rabu #10.2* 📝 *Cara Membuat Dongeng Yang Baik* 📝 Kunci mendongeng yang baik adalah dengan memperhatikan pendengarnya. Dengan memperhatikan siapa pendengar dongeng kita, maka kita dapat menemukan empat unsur penting yang menjadi kunci ketertarikan pendengar (anak-anak) pada suatu dongeng. Yaitu: •tema, •tokoh, •alur cerita, •latar cerita. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pendongeng atau orang tua agar dapat membuat dongeng yang menarik sehingga tujuan dari mendongeng benar-benar tersampaikan kepada anak. Sebab, di dalam proses mendongeng, terkandung banyak pelajaran (moral), nilai-nilai yang akan ditanamkan kepada anak. Satu unsur dapat lebih menonjol di antara unsur lainnya, karena bisa jadi sebuah dongeng dikatakan menarik karena alur dan penokohan saja yang menonjol. Tentu lebih baik apabila keempat unsurnya diperhatikan optimal. Berikut uraian keempat unsurnya : *1. Tema* 🎨 Tentukanlah tema dongeng yang akan dibuat. Pengarang mena

Review materi 10

_Review Materi 10 kelas bunda sayang Institut Ibu Profesional_   *IBUKU ASYIK* Selamat untuk teman-teman yang berhasil melampaui tantangan 10 hari di materi 10 kelas bunda sayang ini. Kalimat judul di atas, adalah rasa yang ada di hati anak-anak kita baik tersurat maupun tersirat di bulan ini. Satu lagi bukti yang mengatakan bahwa kita tidak perlu harus punya bakat terlebih dahulu untuk bisa mendongeng, kita hanya perlu MAU melakukannya untuk anak-anak dengan penuh cinta. MAU ini membuka pintu ILMU selanjutnya. Di hari pertama, kita semua pasti merasa kikuk, galau,   bahkan hampir menyerah untuk menuliskan dongeng, kisah ataupun cerita keseharian kita. Hal ini normal karena kita tidak biasa menuliskannya. Setelah berhasil melewati kegalauan hari pertama, kedua, ketiga, akhirnya kitapun terbiasa. Biasa inilah yang membuat kita bisa. Banyak sekali karya-karya indah yang bermunculan di game level #10 ini.  Harta Karun kita mulai penuh. Ada cerita-cerita seru yang dibikin oleh para i

Jurnal Belajar Level #1 Mantra Bahagia Keluarga: "Ngobrol Bareng"

Jurnal Belajar LevelL#1 Mengikat Rasa, Mengikat Makna Diawinasis M Sesanti Mlg, 28 November 2017 Sebelum belajar tentang komprod, sering sekali dulu membombardir pasangan dengan semua isi kepala tanpa ada filter. Tak jarang, semua itu disampaikan dari balik tembok artinya kaidah-kaidah komprod dengan orang dewasa belum diterapkan karena belum dipelajari. Maka membawa sepotong demi sepotong teori komprod ke dalam kehidupan sehari-hari memberi banyak hikmah bagi kami. Meskipun level 1 telah lama dilewati, namun tantangan selalu hadir untuk dapat menyampaikan pesan dengan lebih produktif kepada siapa saja lawan bicara kita. Belajar komunikasi produktif adalah latihan yang tak ada habisnya. * Family forum Griya Wistara * Pada level 1, tantangannya adalah "ngobrol bareng" tapi bukan sembarang bicara. Membuat kesepakatan adanya family forum dalam sebuah keluarga. Awalnya canggung memang, namun dari hal remeh temeh maupun hal penting yang dibicarakan ternyata mem

Kuncinya Ada Pada Diriku

Komunikasi Produktif, satu hal yang saya pelajari sejak masuk di kelas Bunda Sayang #1 MRJatseLa. Artinya, sejak awal tahun saya mulai berkenalan dan berlatih sepotong demi sepotong di setiap harinya karena komunikasi adalah hal yang tak pernah lepas dari keseharian. Tetapi rasanya saya belum pernah benar-benar "lulus" mempraktekkan komunikasi produktif. Masih perlu latihan lagi, lagi, dan lagi. Semua komunikasi produktif bermula dari diri kita sendiri. Maka mengenali diri adalah cara pertama yang efektif untuk bisa berkomunikasi dengan produktif. Berkaca dari camilan Rabu yang disajikan di kelas Bunda Sayang #3 Kordi, banyak benarnya siapa dan bagaimana perempuan berkomunikasi. Menyadari akan potensi 20.000 kata per hari, secara linguistik perempuan memiliki potensi berharga. Ibarat senjata, mengasahnya tak kalah penting untuk bisa berguna di medan perang. Berlatih memilih kata-kata. Dengan mengenal proses pertumbuhan otak kiri-kanan serta otak tengah perempuan, kita ja

Review Materi #9 Kreativitas

_Institut Ibu Profesional Kelas Bunda Sayang_ _Reviu Materi sesi #9 Kreativitas_ *BERPIKIR KREATIF* Teman-teman selamat sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang kreativitas. Terbukti bahwa kita bisa menyelesaikan semua tantangan hidup dengan berpikir kreatif. Mari kita lihat pola tantangan kita selama ini. 📚Sumber Inspirasi: _Susan M Brookhart, How to Asses High Order Thinking Skills, 2015_ _Nurlaela, Strategi Belajar dan Berpikir Kreatif, pustaka kita, 2016_

Design Thinking : PC, Emisol

*Apa itu PC (Personalized Curriculum) ?* Kurikulum yang dirancang berdasarkan kebutuhan pengembangan dan penajaman potensi fitrah anak tanpa bermaksud menyeragamkannya. Kenapa terpersonalisasi ? Karena setiap anak itu unik. *Bagaimana membuat PC?* Tentunya visi misi pendidikan sudah harus clear dulu, temukan filosofi pendidikan keluarga, mau dibawa kemana pendidikan anak-anak kita. Meyakini bahwa Allah (sbg sang pencipta anak kita) telah menanamkan ''fitrah'' dalam diri setiap makhluk ciptaanNya, tugas kita sebagai orang tua adalah menggali, menemukan dan mengasah ''keunikan'' anak tersebut dan mengantarkannya agar semakin dekat dengan peran spesifik hidup anak. Setelah ''clear & clarify'' , maka salah satu teknik yang bisa digunakan dalam menyusun PC anak adalah; 'design thinking'. Teknik ini biasa digunakan seorang Arsitek untuk membuat solusi kreatif merancang sebuah produk/karya berdasarkan kebutuhan/impian usern

Camilan Rabu 9.3

*Camilan 9.3* 🥞🍯🍵 *Melatih Diri untuk Berpikir Berbeda ( _Out of The Box_)”* Salah satu cara melatih kreativitas adalah dengan cara berfikir _out of the box_, lalu bagaimana cara melatih untuk berfikir _out of the box_?  Sewaktu kecil pasti kita diajarkan untuk menggambar pohon dengan daun berwarna hijau, langit berwarna merah, laut berwarna biru, atau dahulu kita selalu di nasehati orang tua kita, untuk sekolah yang pinter, biar kita jadi karyawan/pegawai negeri, dan lain sebagainya. Sebenarnya pada waktu kecil kita pun sudah dikondisikan untuk berpikir di dalam kotak, dan beberapa dari kita tidak pernah bertanya, kenapa daunnya hijau? kenapa nggak kuning atau merah? kenapa harus jadi pegawai? kenapa bukan pegusaha? pola-pola tersebut terpupuk dalam otak kita selama bertahun-tahun, sehingga kita selalu ada di zona nyaman dan enggan untuk berpikir kreatif. Satu-satunya cara, kita harus berani meninggalkan zona nyaman tersebut, dan mulai merubah cara pandang kita tentang hal apapu

Review Materi #9

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang* _Reviu cara belajar bunda sayang sesi#9_ *REKONTRUKSI MATERI* Memasuki catur wulan (cawu) tiga, di kelas bunda sayang ini, banyak reaksi yang muncul dengan hadirnya cara baru di gaya belajar kita. Mulai dari yang bahagia karena memenuhi kebutuhan visualnya, senang karena diskusi menjadi seru, sampai dengan yang bertanya-tanya   apa maksudnya perubahan ini, sampai mempertanyakan model baru kita. Mari kita flashback cerita kita. Tahap #1 Pada saat awal, para fasilitator memancing peserta dengan satu slide dalam bentuk pdf  yang berkaitan dengan tema yang akan kita diskusikan. Berbagai reaksi muncul atas slide tersebut. Mulai dari bagus banget lay outnya, ketampar-tampar deh dengan isinya, sampai ada peserta yang, mendebat isinya dan  jeli sekali menanyakan sumbernya mana? Apakah isinya sesuai dengan Code of Conduct Ibu Profesional? Para fasilitatorpun tidak cepat-cepat bereaksi, justru memberikan panduan berikutnya, dan meminta para

Camilan 9.2

🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨🎉🎨 *Camilan Rabu 9.2* 🎏 *Tips Memacu Kreativitas Anak* 🎭 *_Be CREATIVE_* 🎭 Setiap anak terlahir kreatif, tugas kitalah sebagai orangtua untuk merawat serta memacu kreativitas mereka. Bagaimana caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua untuk memacu kreatifitas anak yang terangkum dalam kata *_CREATIVE_*.. 🌟 *_Calm_* : Tenang🌟 Fokuslah pada PROSES bukan pada HASIL. Seringkali kita tidak sabar untuk mengarahkan anak dalam berkreasi, padahal anak sudah terlahir kreatif. Yakinlah bahwa kotor atau berantakan dari kreativitas yang dihasilkan merupakan sebuah pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. 🌟 *_Raise_*: Bangkitkan🌟 Bangkitkan kreativitas anak dengan menjadi stimulan bagi kreativitasnya, jadilah motivator bagi mereka. Hindari sikap meremehkan hasil kreasi anak. 🌟 *_Exposure_*: Paparan 🌟 Tunjukkan bahwa kita ibu yang kreatif terlebih dulu dengan menyelesaikan masalah sehari-hari atau saat mendampingi anak dengan cara yang kreatif. Kare

KUMPULAN TANTANGAN 10 HARI (9.1-9.8)

  KUMPULAN TANTANGAN 10 HARI (9.1-9.8) Level #9 Think Creative Kelas Bunda Sayang IIP TANTANGAN 9.1 Diawinasis M Sesanti  Tgk, 02-11-2017 Kemarin sempat ramai di rumbel playdate tentang nature study, belajar bersama alam, dan nama lain yang sejenis. Mumpung sedang mudik, kesempatan emas untuk menjelajah dunia di sekitar. Jangan kira saya akan naik bukit-bukit di sekitar kampung halaman, baru keluar pintu saja sudah bertemu banyak hal yang  #menarik . Belajar membersamai anak yang su per kreatif ternyata memantik sisi kreatif si "Emak". #UndurUndur   Berbekal rasa ingin tahu saat membersamai ananda akhirnya asyik menangkap undur-undur. Mengulang pengalaman masa kecil, menularkan pada si kecil. Tapi sepertinya macet di pertanyaan "Undur-undur makan apa ya?". Dipakailah senjata andalan emak-emak: browsing. Baiklah, mari kita PDKT dengan si serangga ini.Yang membuat bingung, kenapa dikatakan dalam referensi bahwa serangga ini bersayap dan mirip

Camilan 9.1

🍧Camilan 9.1🍧 *Warna Pembangkit Kreativitas* 🎨 Warna menjadi sebuah unsur penting dalam kehidupan, warna bahkan mampu memberi stimulasi spesial sehingga kreativitas makin terasah. 🎨 Warna secara psikologis terbukti bisa mempengaruhi suasana hati. Untuk itu jangan segan memanfaatkan efek psikologis warna secara maksimal dalam hal mendekorasi ruang kerja. 🎨 Berikut beberapa warna yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktifitas: 📘 Menurut penelitian dari University of British Columbia, *warna biru* adalah warna ideal untuk lingkungan kerja kreatif. Warna biru ini membangkitkan kemampuan komunikasi, kepercayaan dan efisiensi. Biru juga memiliki efek menenangkan, sangat bagus untuk ruang kerja dan bisa memicu pemikiran-pemikiran baru. 💙💙 📗 Warna lain yang terbukti bisa meningkatkan produktivitas adalah *warna hijau*. Warna dengan pigmen gelombang rendah ini memberikan kesan harmonis dan keseimbangan, dan berdampak positif pada kelahiran inovasi. Hal tersebut terungkap

Review Materi #9: KREATIVITAS

Pengalaman Belajarku: Review Pribadi Materi #9 Kelas Bunda Sayang MRJatseLa batch#1 Memasuki cawu ketiga kelas Bunda Sayang, suasana kelas semakin hangat bahkan memanas seiring hadirnya fasilitator baru serta cara belajar yang baru di kelas Bunda Sayang #1 MRJatseLa. Bunda Ressi dan Bunda Lina yang mendampingi kami belajar di cawu ini. Sebelum memulai materi, kami berkenalan dengan beliau-beliau ini. Penulis WTJK, kontributor Buku Buncek, Leader penulis buku BunProd, dan sederet prestasi-prestasi beliau berdua membakar semangat kami untuk maju bersama. *** 28/10/2017 Next, kami kenalan lagi agar lebih dekat dengan IIP lewat CoC alias code of conduct IIP . Belajar lebih beradab sebelum menjadi arsitek peradaban. Aturan-aturan yang disepakati dan dijalankan dalam komunitas sehingga memudahkan kami ke depannya. Kami pun bebas bertanya jika ada yang kurang jelas di dalamnya. Seperti biasa, saya yang tipe visual butuh coret-coret untuk memahami isi. CoC dengan lebih baik sebelum bisa

Aliran Rasa #8

Aliran Rasa #8 : Cerdas Finansial Alhamdulillah dapat belajar di level #8 Kelas Bunda Sayang. Pada bulan ini, saya benar-benar belajar banyak saat membersamai ananda. Meskipun tantangan telah usai, tapi belajar tema ini sepertinya masih terus berlanjut. Meskipun ananda belum sampai pada tahap mengelola keuangan, tetapi ada banyak sekali hikmah yang kami rasakan saat belajar tentang konsep rejeki. Ada banyak "why" yang terjawab satu per satu, dan salah satunya tentang mengapa rejeki yang tak harus kami khawatirkan??? Saat menyampaikan ke anak, "rejeki itu dari Allah, jadi jika butuh sesuatu berdoa pada Allah ", rasanya seperti mengingatkan diri sendiri berkali-kali. Saat bertanya kepada anak, "Butuh atau pengen?" maka hal ini pun menjadi senjata pamungkas saat kami sebagai orangtua mulai "lapar mata" terhadap sesuatu yang tak kami butuhkan. Belajar lewat kisah-kisah teladan di buku pun menjadi lebih bermakna. Kami menjadi menghargai berbagai j