Langsung ke konten utama

TANTANGAN 11.6 Mencegah daripada Mengobati

Tantangan 11.6
Diawinasis M Sesanti
Mlg, 10 Januari 2018

Bismillahirrahmanirrahiim.
Kali ini tantangan belajar adalah jam tidur yang bergeser maju, alias tidak bisa mengikuti diskusi kelompok 5 hingga tuntas. Meskipun demikian, alhamdulillah masih bisa membaca serunya materi tentang pencegahan LaGiBeTe dengan membangkitkan fitrah seksualitas di usia 5-12tahun. Meskipun belum bisa mempraktekkan langsung, minimal sudah ada bekal saat nanti ananda masuk usia ini. Tentu dengan mengokohkan pondasi di usia-usia sebelumnya.

Tantangan internal dan eksternal seputar fitrah seksualitas memang tak bisa dianggap sebelah mata. Ada masa depan anak-anak yang merupakan generasi yang melanjutkan peran sebagai khalifah di bumi. Didominasi rasa ingin tahu, biasanya anak akan mencari jawaban atas rasa penasarannya. Ditambah tantangan eksternal dari media yang mengkampanyekan value yang tak sesuai dengan value di rumah.

Lalu apa solusi yang ditawarkan? Tentu saja menguatkan dari dalam keluarga, mengembalikan pada value-value agar dapat kembali kepada fitrah sekaligus mengajarkan adab di usia latih dan pra latih. Mengembalikan anak-anak pada fitrah keimanan, menghadirkan Allah dimana saja dan kapan saja.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengecap Memakai Kunyit

Sudah mampir ke postingan sebelumnya tentang membuat DIY finger paint ? Nah, cat ini tidak hanya untuk melukis dengan jari tetapi juga bisa dipakai untuk mengecap. Karena temanya masih tanaman obat, jadi mengecapnya pakai kunyit. Sediakan satu ruas kunyit, kemudian potong ujungnya agar rata. Bisa dibiarkan (tetap berbentuk lingkaran) langsung dipakai untuk mengecap atau bisa juga dibentuk dahulu (bunga, bintang, clover, dst) sebelun digunakan. Gunakan kertas kosong kemudian biarkan anak bebas mengekspresikan imajinasinya. Atau bisa juga pakai worksheet berikut. Worksheet mengecap huruf A Worksheet mengecap dan menghitung

JURNAL BELAJAR LEVEL 8 : CERDAS FINANSIAL

Dibutuhkan alasan yang kuat, mengapa kita perlu menerapkan cerdas finansial. Butuh pemahaman yang benar terlebih dahulu agar tak gagap dalam mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Sehingga kita sebagai orangtua lebih mudah membersamai ananda di rumah menjadi pribadi yang seimbang, cerdas tak hanya IQ, SQ, EQ, tetapi juga cerdas secara finansial. Bukankah anak-anak adalah peniru ulung orangtuanya? Bicara tentang finansial, erat kaitannya dengan konsep rezeki. Motivasi terbesar kita belajar tentang rezeki kembali pada fitrah keimanan kita. Allah sebagai Rabb telah menjamin rezeki (Roziqon) bagi setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi. Saat kita mulai ragu dengan jaminan Allah atas rejeki, maka keimanan kita pun perlu dipertanyakan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, rezeki bermakna : re·ze·ki  n  1 segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; 2  ki  penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk

Tutorial DIY Puzzle

Masih dalam rangka menjawab tantangan belajar tentang tanaman obat. Setelah dongeng, anak-anak pasti tidak akan menolak diajak main. Kira-kira main apa ya yang masih berkaitan dengan tanaman obat? Masih dengan aksi nekat membuat coretan (karena ke percetakan kudu bayar, Mak!), saya pun membuat puzzle sendiri dengan alat bahan sederhana yang ada di rumah. *Alat & bahan: - 2 lembar kertas polos ukuran A3.  Ukuran bisa disesuaikan kebutuhan(lebih besar/kecil). - Kardus - Alat gambar (spidol, cat air, atau lainnya) - Pensil dan penghapus - Lem atau doubletape - Gunting - Penggaris *Cara membuat: - Buat gambar utuh di salah satu kertas, misalnya gambar pohon. Bagaimana jika tidak bisa menggambar? Browsing gambar dengan resolusi baik, kemudian cetak. - Beri garis warna-warni atau tanda di tepian kertas. Optional, bisa dilewati. Hal ini untuk memudahkan anak menyusun puzzle. - Lipat gambar sesuai jumlah puzzle yang diinginkan. Misalnya 12 puzzle, lipat menjadi 3*4 bagian